sebuah kajian substansial mengenai Sejarah Rusia
Juni 17, 2009
1.mengapa Tsar Peter yang Agung,Katerina II dan Alexander 1 dikenal sebagai peletak dasar perkembangan emperium rusia dan kemudian Uni Soviet?
dibawah ini terdapat penjelasan-penjelasan yakni sebuah faktor-faktor yang menjadi alasan Tsar peter yang Agung,Kateirna II dan Alexander I dikatakan sebagai peletak dasar emperium rusia walau dalam kepemimpinanya masing masing terdapat selang waktu antar masing-masing pemimpin:
1.Tsar Peter yang Agung
dalam lintasan sejarah rusia,tak dapat dipungkiri lagi bahwa Tsar Peter yang Agung memang tak bisa dilepaskan dengan sebuah sejarah rusia modern karena reformasi yang telah dilakukan Peter I,menurut sejarawan Sergei Soloviov adalah Peter telah membuka “Jendela Eropa” bagi Rusia pada masa itu.terlebih lagi dalam masa kepemimpinannya Peter I,Peter I tlah membawa Rusia pada perkembangan ekonomi secara mendasar,melakukan “Lompatasan Raksasa”bagi Kemajuan Rusia.
dibawah ini adalah beberapa gagasan yang substansinya Peter lebih mencurahkan perhatian besarpada penguatan sistem finansial.dan dlaam bidang perdagangan,ia menerapkan kebijakan perlindungan pasar dala negeri (Proteksionisme) dan Merkantilisme.yang selanjutanya,hal ini mengarahkan Rusia pada era baru yakni Rusia era Modern:
- melihat ketertinggalan bangsanya dibanding dengan negara-negara Eropa lainnya,Peter memutuskan untuk mengadakan berbagai perubahan mendasar dalam pemerintahan dan masyarakat Rusia yakni dalam aspek sosial budaya,Tsar mencoba menyerap kebudayaan peradaban barat yang pada masa itu,peradaban barat adalah suatu peradaban yang tinggi dari pada pada peradaban-peradaban yang lain.
- akibat keterpisahannya dengan negara-negara eropa barat rusia mengalami ketertinggalan secara ekonomi.sisa sisa tradisi otokrasi feodal di yakini mengganggu pembaharuan di bidang politik.budaya gereja terlalu mendominasi kehidupan kenegaraan secara umum.reformasi Peter 1 merupakan upaya melanjutkan dan memperkuat kebijakan politik dan polotok Tsar. Peter 1 menjalankan upaya penguatan kekuasaan negara dan pembentukan absolutisme rusia dengan cara represif dalam aspek politik dan dalam aspek ekonomi Peter I telah berhasil membangun lebih dari 100 manufaktur,yang sebagaian besar dikelola oleh swasta.tidak sampai berhenti di situ saja,Peter I telah berhasil membangun perindustrian untuk mendukung kebutuhan militer
2. Katerina II(1762-1792)
Dibawah ini secara substansial periode pemerintahan Katerina II memberikan banyak kemajuan bagi rusia tak hanya dibidang politik dan pemerintahan tetapi juga sastra.seperti:
- ia membentuk Komisi militer yang bertugas menyelenggarakan reformasi pasukan bersenjata.komisi militer ini adalah jawaban atasan ketidak puasan yang ditimbulkan oleh reformasi militer yang dilaksanakan rezim sebelumnya
- Tahun 1674 didirikan lembaga pendidikan khusus wanita di St.Petersburg,dilaksanakan Ekspedisi Pallasa untuk mempelajari daerah-daearah Rusia.
- Katerina membentuk kolega kesehatan dan kolega ekonomi guna menurunkan inflasi sebagai akibat pengeluaran yang besar dalam perang turki
3. Alexander I
Dibawah ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan-mengapa Alexander I dapat dikatakan sebagai salah satu peletak dasar perkembangan eperium rusia yakni,sbb:
- Dalam kebajikan dalam negerinya,-memang,Alexander I tidak terlalu besar karena perhatinannya sebagian besar tersita pada masalah luar negeri.tetapi dalam kebijkan luar negeri bukannya tidak ada kebijakan-kebijaknnya ia yang memberikan banyak kemajuan.sebagai contoh dalam aspek pendidikan :para mahasiswa diizinkan berpergian ke luar negeri,penerbitan buku-buku di izinkan dan pendidikan secara umum dipacau dengan dibentuknya Ministry of Instruction 1802,termasuk didirikannya universitas-universitas,sekolah-sekolah tinggi dan Lyceum
- Dalam lintasan sejarah kepemimpinan Alexander I,perhatian pada masa itu terkuras pada masalah penting dalam upaya Rusia memperkuat hegemoninya di Eropa.
2. Jelaskan perbedaan perbedaan principle Leninisme dan Stalinisme?
Leninisme
Lenin adalah pemimpin golongan Bolshevik dari Partai Sosial Demokrat Rusia di tahun 1903. Selain golongan Bolshevik, partai ini juga memiliki golongan Menshevik. Golongan Menshevik adalah golongan yang setia pada ajaran Marx secara total. Bolshevik, golongan Lenin, menghendaki perubahan dalam teori-teori Marx.
Perbedaan ini terlihat terutama dalam dua hal. Pertama, dalam hal kepartaian. Menshevik berpendapat bahwa partai komunis harus berstruktur longgar dan berdasarkan pada massa (basis massa yang luas). Sebaliknya, Lenin beranggapan partai itu harus tersentralisasi, berdisiplin kuat dan terdiri atas revolusioner profesional. http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn1
Perbedaan kedua adalah dalam hal memandang tahapan revolusi Marx. Menshevik percaya bahwa proletar harus menunggu revolusi borjuis terhadap feodal sebelum melakukan revolusi protelat terhadap borjuis.http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn2 Pada masa itu Rusia memang masih dipimpin oleh seorang tsar (kaisar).
Lenin menganggap hal itu hanya akan melemahkan semangat proletar. Lenin menginginkan sebuah revolusi yang ditujukan untuk menjatuhkan sekaligus borjuis dan tsar. Selain itu, Lenin juga menambahkan tentang peran penting petani dalam revolusi tersebut. Marx kurang menekankan pentingnya peran petani dalam revolusi (mungkin karena Marx mendasarkan teorinya pada nasib buruh di Inggris pascarevolusi industri ?red-). Kata Lenin, ?Revolusi yang dipimpin oleh kelas pekerja itu akan menghasilkan diktatur demokrasi yang revolusioner dari proletar dan petani.?http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn3
Selain itu, berbeda dengan Marx yang menganggap revolusi akan terjadi sebagai akibat melemahnya kapitalisme (akibat perluasan pasar, produksi gila-gilaan yang berujung pada jatuhnya harga), Lenin justru melihat revolusi bisa terjadi kalau partai mau melakukan revolusi.http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn4
Demi mendukung pendapatnya, Lenin menjelaskan mengapa revolusi tidak juga terjadi di negara-negara Eropa Barat yang sistem kapitalismenya sudah maju (dengan demikian, berdasarkan teori Marx, revolusi seharusnya sudah terjadi).
Menurut Marx, sistem kapitalisme yang digunakan negara-negara maju akan menyebabkan produksi melimpah. Karena terlalu banyak barang di pasar, maka harganya akan turun. Untuk mengatasinya, menurut Lenin, kapitalisme melakukan penjajahan, kolonialisme, dan pengendalian ekonomi negara lain.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, kapitalisme mendapatkan tiga keuntungan, yaitu tenaga kerja yang murah, bahan mentah yang murah, dan pasar baru untuk memasarkan produksinya yang melimpah.
Akibat dari dilakukannya hal tersebut adalah terjadinya penindasan dari kelompok kecil kapitalis metropolitan terhadap masyarakan terbelakang yang sebenarnya lebih banyak jumlahnya. Penindasan ini menyebabkan aliran sumber daya dan keuntungan terjadi satu arah ke negara kaya. Pada akhirnya ini menyebabkan jurang antara negara miskin dengan kaya semakin lebar. Penindasan ini hanya bisa dihentikan dengan revolusi dunia.
Dengan demikian, kapitalis telah berhasil memperlambat arus kehancurannya sendiri, dan oleh karenanya revolusi yang dikatakan Marx tidak juga terwujud meskipun kapitalisme Eropa Barat telah demikian maju.
Oleh sebab itu, Lenin kemudian melancarkan revolusi yang terkenal, yaitu Revolusi Oktober 1917, langsung kepada tsar (feodal), bukan kepada borjuis, dan tidak dibawah komando kaum borjuis (seperti ?saran? Marx).
Revolusi itu berhasil menyingkirkan sekaligus dua musuh proletar, yaitu kaum feodal dan borjuis. Ternyata setelah revolusi Rusia terlempar ke dalam situasi chaos. Roda perekonomian terhenti, dan jika tetap keras kepala tidak melibatkan borjuis dalam sistem ekonomi dan pemerintahan, negara akan kolaps. Oleh karena itu pada tahun 1921 Lenin mulai melancarkan Politik Perekonomian Baru. Perusahaan-perusahaan milik pribadi di beberapa sektor dibenarkan, dan orang-orang yang ahli dalam bidangnya kembali dipakai dengan bayaranb besar. http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn5
Kata Lenin, ?Negara memerlukan orang yang berpengalaman mengatur negara dan ekonomi, dan orang-orang ini ada di kelas yang lama? Kita terpaksa bekerja dengan pertolongan kelas yang kita tumbangkan.?http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn6
Bagi seorang Marxis, ketidakmampuan Lenin untuk mengisi posisi-posisi penting dalam pemerintahan dan ekonomi bisa jadi dianggap sebagai sebuah dampak akibat ketergesaannya dalam melancarkan revolusi. Ingatlah bahwa alasan Marx menginginkan proletar untuk membantu revolusi borjuis terhadap feodal adalah untuk latihan serta pematangan sikap serta pikiran para pekerja itu dalam hal berorganisasi dan mengatur negara. Ketika Lenin melakukan jalan pintas, maka hilang sudah kesempatan proletar untuk belajar dari kaum borjuis. Hasilnya, ketika proletar sudah berkuasa, mereka justru memerlukan borjuis untuk membantu mereka, dan bukannya memburu borjuis untuk dihabisi.
Stalinisme
Stalin, memimpin Uni Soviet semenjak 1924, memiliki pemikiran yang lebih maju daripada Lenin. Stalin tidak hanya menunggu buruh-buruh negara lain melakukan revolusi, Stalin mendorong (menjadi pelopor) terjadinya sosialisme di dunia. Misalnya, dengan menyetujui Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk memberontak kepada pemerintahan Belanda pada tahun 1926-1927. Pemberontakan ini sebenarnya ditentang oleh Tan Malaka karena Tan merasa persiapan belum cukup matang. Stalin juga melakukan intervensi terhadap Maozedong melalui Maring (sebelumnya bernama Sneevliet ? bergerak di Indonesia-) dengan memerintahkan Mao untuk bekerja sama dengan Chiang Kai Sek dari Partai Kuomintang.http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn7
Kembali ke perbedaan pemikiran antara Stalin dengan Marx dan Lenin, Stalin juga tidak sependapat dengan Marx tentang hilangnya negara ketika masyarakat komunis telah tercapai. Alasannya adalah karena Uni Soviet justru dikepung oleh negara-negara kapitalis sehingga negara justru perlu menjadi lebih kuat dan bukannya hilang.http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn10
Meski begitu, biarpun pada suatu saat komunisme akan menang menghadapi kapitalisme, negara tidak akan hilang begitu saja, karena di dalam masyarakat akan selalu ada pihak-pihak yang menentang kekuasaan diktator proletariat.http://planet.kronologger.net/index.php?/archives/135-1100-Ideologi-Dasar-Leninisme-dan-Stalinisme.html – _ftn11
Begitulah akhir pembahasan tentang dasar-dasar Leninisme dan Stalinisme. Mudah-mudahan telah menjadi jelas apa perbedaan-perbedaan antara pemikiran Marx, Lenin dan Stalin tentang komunisme. Penting untuk diingat bahwa meskipun pemikiran Marx diperbaharui oleh dua nama setelahnya, bukan berarti mereka menentang Marx. Artinya, Lenin dan Stalin bukan berusaha untuk meruntuhkan Marxisme, melainkan berusaha untuk membuat Marxisme menjadi lebih bisa diaplikasikan, terutama untuk Uni Soviet.
Bertolakdari penjelasan diatas,dibawah ini ada beberapa substansi yang dapat dicermati dari penjelasan diatas,sbb:
Dalam konteks ideology dasar
- Leninisme : adalah suatu ideology politik dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Vladimir Lenin,setelah ia berhasil melancarkan revolusi yang terkenal,yaitu revolusi oktober 1917 langsung kepada Tsar (feudal) lalu kemudian ia memperkenalkan konsep Vanguard dalam terminolgi Komunis. Konsep itu merujuk ke sekelompokkecil kaum elite proletar.mereka adalah kelompok terdidik,dianggap paling revolusioner,memiliki kesadaran kelas yang tinggidan setia kepada cita cita komunisme.guna menjaid agen Transformasi social,penggerak revolusi komunis dan pelopor pembentukan demokrasi Marxis-Leninis.
- Stalinisme : adalah suatu sistem ideology politik dari Uni Soviet di bawah Kepemimpinan Joseph Stalin yang memimpin Uni Soviet pada tahun 1929 sampai dengan 1953 berkaitan erat dengan pemerintahan pengguna sistem ekstensif Spionasi,tanpa pengadilan, dan plitik penghapusan lawan-lawan politik melalui pembenuhan langsungatau melalui pembuangan dan penggunaan propaganda untuk membangun kultus kepribadian berupa dictator mutlak dengan dengan menggunakan Negara kepada masyarakat untuk mempertahakan supermasi individual dengan control politikmealui partainya yaitu Partai Komunis
- Leninisme adalah suatu ideology yang bersifat spasial atai bersifat local dan stalin dalam tataran praktis mencakup dunia luar
3.Mengapa gagasan-gagasan Khruscev untuk keterbukaan Soviet tidak berhasil?
Jika kita memahami benar dinaika yang terjadi di masa kepemimpinan khruschev,sedikitnya ada dua faktor yang membuat gagasan khruschev tidak berhasil, yakni:
Faktor Umum
Secara substansial kebijakan Khruschev tidak disenangin di kalangan aparat pemerintahan maupun petinggi partai komunis karena dianggap akan mengganggu kestabiltasan internal di kalangan partai komunis dan posisi partai komunis
Faktor Khusus: 0
Khruschev secara garis besar dalam arah kebijakannya,merupakan koreksi terhadap pemerintahan Stalin dan ia menggagagas suatu sistem pemerintahan demokrasi.sebagai contoh upaya pertama dalam pengenalan sistem demokrasi itu adalah: berusaha memberantas sistem Komando Administrasi birokrasi yang menjadi tumpuan pada masa Stalin.yakni denan penghentian praktek pengkultusan figure Stalin,lalu di hapuskan sistem Gulag yang merupakan bentuk represi psikis bangsa rusia di bawah rezim stalin dan terakhir destalinisasi dengan restrukturisasi politik dan ekonomi.
Bertolak dari sisi itu,masyarakat rusia yang notabene melihat figure stalin sudah mendarah daging bagi hidupnya,tidak setuju atau pada arah masyarakat soviet berkecenderungan tidak setuju atas kebijakan Khruschev dan juga tak terlepas loyalitas yang ditunjukan masyarakat rusia pada masa itu
TRANSFORMASI SRUKTURAL BUDAYA DAN JAWA
Maret 1, 2009
Yang pertama dan yang paling utama dalam memahami sebuah buku khususnya sejarah adalah mencoba mau tahu dengan latarbelakang penulisnya dan juga mazhab apa yang ia coba uraikan dalam tulisannya-Konseptualkah?,holistikah?,konvensionalkah? Dsb. Karena agat tercapai pemikiran yang sama dalam penalaran sebuah kejadian sejarah walau nanti dalam sebuah akhir pembacaan akan banyak sebuah pro kontra dalam mencoba penyimpulan kajian substantif.
Begitu juga disini,dalam mencoba memahami sebuah karya raksasa ensiklopedis NUSA JAWA:SILANG BUDAYA karya Denys Lombard.pulalah kita mencoba memahami seorang Denys Lombard yang kita ketahui adalah seorang sarjanah Perancis yang lewat pendekatan strukturalnya atau dalam konvensi histeriografi disebut Mazhab Annales yang dibentuk oleh March Bloch pada tahun 1929.dalam ‘pendekatan’nya,pendekatan ini menginginkan suatu penulisan sejarah secara komprehensif dan multidimensional dalam jangka waktu yang sangat panjang.apa lagi hal itu semakin kentara karena dalam epilognya-Denys Lombard menegaskan bahwa prosedur yang ditempuhnya bersifat klasifikatoris yang berupaya menonjolkan hal-hal yang tetap dalam jangka waktu yang panjang dan menampilkan kontras unsur-unsur pokok masyarakat jawa modern.seperti yang diketahui dalam buku jilid tiga 346 halaman diuraikan tentang penempatan warna-warna dasar,system penaggalan,cirri-ciri magis pewayangan, perlambang macapat dll.
dalam lintasan sejarah jawa sebagai tempat di penyilangan beberapa budaya(islam,India,cina,eropa)-secara konseptual semua berawal dari masuknya budaya india ke nusantara,yang dimungkinkan karena adanya hubungan dagang india-nusantara dan berawal dari sana secara tidak langsung memberi kesempatan kepada penduduk nusantara memperoleh keterampilan instingtif dalam menumbuhkan organisasi perdagangan dan politik yang dapat menjamin kelancaran kelanggengan hubungan dagang tersebut sehingga dari pusat-pusat pengumpulan barang.”dimungkinkan tumbuh kerajaan-kerajaan yang memperlihatkan ciri-ciri india seperti masyarakat yang kurang lebih hierarkis dan berbudaya padi”,tutur Denys Lombard.tetapi perlu diketahui dalam proses penyuburan budaya di lintasan sejarah nusantara khususnya jawa,masuknya budaya india ke nusantara terjadi inisiatif masyarakat jawa dalam pengembangan organisasi dan dan dagang.
lalu budaya islam sedikit banyaknya mulai masuk ke dalam kerajaan mataram akibat dari reaksi sosial budaya india yakni sejak sendi-sendi kehidupan tak lagi mensentralkan sosok raja dalam tatanan birokrasinya dan ketahanan desa.salah satu penyebab yang mendasar adalah karena golongan priyayi tidak lagi menyembatani raja dan kerajaannya,kini mulai diusik oleh intervensi luar yakni orang belanda menentang sistem tradisional dengan menerapkan administrasi kolonial yang berdampingan dengan administrasi kerajaan.hingga hilangnya keserasian dalam sebuah kebudayaan; kemerosotan tata kerajaan,khususnya jawa.tetapi walaupun telah adanya mutasi kerajaan mataram menjadi mataram islam.ternyata dalam sendi-sendi kehidupan -konsep lama tentang raja sebagai poros dunia tetap bertahan walaupun istilah raja sebagai reinkarnasi dewa;devaraja telah bergeser secara harfiah menjadi bersandarkan pada wahyu ilahi;kalifatullah
terlepas dari penjelasan diatas, pada hakikatnya perubahan yang kentara sekali dalam transformasi struktural budaya,antara lain dalam bidang birokrasi, organisasi, proses komersialisasi, komunikasi, sekulerisasi, industrialisasi dan lain sebagainya,karena dalam hubungannya tentang studi tentang struktur,sangat berpengaruh pada mentalitas masyarakat jawa.mentalitas yang mendasari dan membentuk struktur-struktur yang konstan dalam waktu yang sangat lama (longue duree).dalam kerangka Braudel,yang bisa di hubungkan tentunya,hubungan-hubungan yang koheren-yang dalam istilah Lombard disebut “jaringan”,yang cukup tetap diantara realitas-realitas dan massa sosial.dan esensinya struktur itu tak bisa berdiri sendiri dan struktur-struktur tersebut dirumuskan sebagai bersifat eksternal bagi pemikiran tetapi menentukan kondisi-kondisi bagi mentalitas manusia dan kehidupan fisik, lebih jauh lagi-struktur-struktur tersebut memiliki otonomi cukup besar.
Sebuah Garis Waktu Sejarah Peradaban Barat Hingga Abad Pertengahan dan Sebuah Kajian Substansial tentang Filsafat India
Januari 1, 2009
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P.sdfootnote { margin-left: 0.2in; text-indent: -0.2in; margin-bottom: 0in; font-size: 10pt } P { margin-bottom: 0.08in } A.sdfootnoteanc { font-size: 57% } –>
|
Sejarah peradaban barat klasik dari pra sejarah hingga runtuhnya romawi1 |
|
Yunani pada awal 1100 SM (peradaban aegea) sampai dengan 800 SM adalah zaman pembentukan Negara-negara kota (polis) |
|
Kemudian 800 SM hingga 600 SM merupakan abad kolonisasi,dimana polis-polis itu mulai cukup kuat untuk mengadakan program ekspansi ke luar negeri secara ambisius |
|
Dari 600 SM sampai dengan 400 SM adalah zaman kejayaan yunani dimana peradaban yunani mencapai puncak keemasannya dan terakhir periode 400 SM akhirnya yunani mengalami kemunduran yang sangat drastic khususnya dibidang politik |
|
System kepercayaan Pada abad ke 6 M adalah segala seuatu harus diterima sebagai suatu kebenaran yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng.setelah pada abad ke-6 masehi muncul sejumlah ahli fikir yang menentang adanya mitos hingga lahir Filsafat yunani (filsafat yunani kuno dan klasik) |
|
Pada abad ke 7 SM muncul para ahli pikir alam dimana arah pemikirannya kepada apa yang diamati di sekitarn ya atau filosof alam. |
|
Pada abad ke 5 SM.muncul thales yang mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar dan struktur dan struktur komposisi dari alam semesta yang dikenal sebagai ahli matematika yang pertama dan juga sebagai bapak penalaran deduktif. |
|
Hingga bermuncul-munculan filosof-filosof lain seperti Anaximandros dengan pendapat tentang arche (Asas pertama alam semesta |
|
Kemudian masuk ke filsafat ‘menjadi’-nya heraclitus dengan everythings could change yang mengutamakan indera untuk mencapai ke suatu pengetahuan hingga pada filsafat ‘ada’-nya Permenides atau kebalikan dari filsafat heraklitus yakni everythings never change, yang mengutamakan akal dalam mencapai suatu kebenaran |
|
Filsafat mengalami perkembangan yang pesat pada Masa yunani klasik (abad ke 4).aliran yang mengawali periode yunani klasik ini adalah sofisme2 |
|
Sebagai salah satu tokoh sofisme yang juga dikenal sebagai kompeten dala bidang retorika,gorgias (480-380 SM) berpendapat yakni yang terpenting dalam berpidato adalah bagaiman dapat eyakinkan orang lain agar menerima pendapat kita.dengan demikian berdebat bukan mencari kebenaran akan tetapi bagaiamana memenangkan perdebatan |
|
Hingga muncul Socrates (470-399 s) dengan seni dialektikanya, ia mencoba menyelidiki manusia secara keseluruhan yakni dengan menghargai nilai-nilai jasmaniah dan rohaniah,plato (427-347 sm) dengan dunia ide-ide ;dunia baying-bayang hingga pada Aristoteles(384-332 Sm) yang mencoba menjernihkan konsep-konsep dari plato |
|
Kematian Alexander agung di babylonia pada tahun 323 Sm,menandakan dimulainya zaman peradaban hellenistik-istilah ini, yang berasal dari dari ‘hellas’ yang berart seperti yunani |
|
Para filosof hellas mencurahkan banyak spekulasi pada masalah pencapaian kebahagian manusia.dua mazhab pemikiran di bidang filsafat yang terkenal adalah Epicureanisme3 dan Stoicisme(jalan menuju kebahagian terletak pada kemenangan jiwa atas jasmani,akal pikiran atas emosi. |
|
Aliran ketiga atau aliran Skeptisisme adalah filsafat yahudi.tokohnya Philo yang hidup di tahun 30 S,ia mengupayakan perpaduan antara filsafat yahudi dengan filsafat Hellenisme dan terakhir Neoplatonisme-plotinis (204-270 )endasarkan diri pada pemikiran plato.tetapi plotinus memajukan hal baru yang belum terdapt dalam filsafat yunani yakni arah pemikirannya kepada tuhan, dan tuhan di jadikan dasar segala sesuatunya.pemikiran filsafat ini bersamaan dengan munculnya agama Kristen (Awal abad masehi) dank arena zaan neoplatonisme ini diwarnai oleh agama sehingga zaman ini disebutnya sebagai zaman mistik. |
|
Pada abad ke 1 terjadi penyaliban Nabi Isa dan jelang beberapa tahun pada saat itu juga kekuasaan romawi mencapai puncaknya |
|
Awal abad ke 2 roma melemah karena tidak memperlakukan daerah-daerah taklukannya yang berada di seberang lautan dengan baik kecuali beberapa polis yang diijinkan untuk menjalankan pemerintahan sendiri. |
|
Hingga pemerintahan Augustus Octavianus menandai dimulainya ‘Pax Romana’ (perdamaian roma) yang berlangsung sekitar abad 27 SM hingga 180-dalam arti tanpa peperangan yang paling panjang dalam sejarah peradaban (barat) |
|
Tetapi sepeningal octavianus,dan Marcus Aurelius pada tahun 180 M, Pax Romana dan abad-abad yang penuh karya-karya agung dalam peradaban romawi berakhir hingga terjadi munculnya zaman anrkhi militer (235- 284) dan hal ini adalah salah satu sebab keruntuhan roma karena kelemahan para pengganti marcus aurelius. |
|
|
|
Abad Pertengahan |
|
313 M sudah menjadi agama yang diterima di kekaisaran romawi dan pada tahun 380,agam Kristen menjadi agama resi di seluruh kekaisaran romawi |
|
330 konstantin agung memindahkan ibukota kekaisaran dari roma ke konstantinopel (sekarang Istanbul sejak 529),kota yang telah dibangunnya di dekata laut hitam setalah pada abad ke ekmpat mendapat ancaman dari bangsa bar bar yang mendesak dari utara dan juga karena terancam perpecahan di dalam. |
|
Kini abad pertengahan telah menjadi kekuatan pemersatu kebudayaan Kristen hingga setelah tahun 400 – kehancuran kebudayaan yunani terjadi hingga pada abad pertengahan orang-orang kembali pada system barter |
|
Hingga timbul yang dinamakan Filsafat abad pertengahan pada tahun 476-1492 m yang mepunyai ciri-ciri cara berfilsafatnyu dipimpin oleh gereja,berfilsafat dala lingkungnan ajaran aristoteles Berfilsafat dengan pertolongan augustinus |
|
Filsafat abad pertengahan terbagi menjadi dua masa yakni Patristik dengan tokoh Justinus martir4 ,Klemens5 (150-215), turtuliasnus6 dan Augustinus7 (354-430 ) dan masa skolastik8 dengan berbagai tokoh tetapi yang lebih banyak encuri perhatian ialah Thomas Aquinas9 (1225-1274) |
|
1274 thomas Aquinas menerbitkan summa theological dan pada tahun 1300 renaissans terjadi di Italia dan selanjutnya meriam mulaia di pakai di Eropa |
|
1453 konstantinopel jatuh kepada turki ottoman |
|
Pada tahun 1454 johannes gotenberg menerbitkan kitab bibble pertama setelah sebelumnya pada tahun 1440 ia merampungkan mesin cetak kayunya yang mengguanakan logam yang dapat dipindah-pindahkan merevolusi penyebaran pengetahuan dengan hasil reproduksi yang lebih murah dan cepat. |
|
1492 : Christophorus Columbus menemukan dunia baru |
|
1517 : martin luther mengajukan 95 thesisnya untuk memprotes penjualan indulgensi |
|
1534 : parlemen inggris menyetujui Act of Supremacy yang menjadikan Raja inggris sebagai kepala tertinggi gereja inggris.Skisma Anglikan dengan roma. |
|
1535 :Michaelangelo mulai melukis pengadilan terakhir dalam kapela Sistina |
|
1543 :karya tulis lengkap dari teori Heliosentris Kopernikus dengan judul, perihal revolusi bola-bola langit (De Revolutionibus Orbium Coelestium) diterbitkan.dianggap sebagai awal revolusi ilmu pengetahuan. |
|
|
Referensi :
Achmadi,Asmoro Drs, Filsafat Umum;cetakan kedua,( PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta,1997)
Poedjawiyatna,I.R Prof, Pembibing ke Arah AlamFilsafat,(Rineka Cipta,Jakarta,2002)
Gaarder,Jostein,Dunia Sophie;sebuah novel filsafat,(MIzan Pustaka,BAndung,2006)
SUMOROTO,SUGIHARDJO DR, BUDIAWAN, SEJARAH PERADABAN BARAT KLASIK ;dari pra sejarah hingga runtuhnya romawi (yogyakarta,LIBERTY,____
S.Lucas,Henry, Sejarah Peradaban BArat;Abad pertengahan,(PT.Tiara Wacana Yogya,,Yogyakarta,____
100 tokoh paling berpengaruh sepanjang masa________
Filsafat India (hindu)
Filsafat India(hindu) berkembang dan menjadi satu dengan agama sehingga pemikiran filsafatnya bersifat religius dan tujuan akhir adalah mencari keselamatan akhirat.
Filsafat India dibagi menjadi lima zaman,yakni:
-
Zaman Weda (1500-600 S),zaman ini diisi oleh peradaban bangsa arya. Pada saat itu baru muncul benih pemikiran filsafat, yang berupa mantera-mantera, pujian keagamaan yang terdapat dalam sastra Brahmana dan Upanishad..
Dikatakan zaman weda karena sumber benih pemikiran filsafat berasal dari kitab-kitab weda (Rig Weda, Saa Weda, Yajur Weda dan Atharwra Weda).benih pemikiran filsafat tersebut dalam mantera “di atas samudera mengapung telor dunnia, kemudian pecah menjadi Wismakarman sebagai anak pertama dari alam semesta.”dunia tersusun menjadi tiga bagian tersebut mempunyai dewa sendiri-sendiri. “jiwa manusia tidak dapat mati”.mereka yang asuk surga adalah orang-orang yang soleh dan hidup baik”.
Terkait penjelasan diatas,dalam sadtara Brahman disebutkan bahwa ketika bangsa Arya telah menetap di lebah GAngga, benih pemikiran filsafat berupa “KOrban”.korban ini dianggap penting dalam kehidupan manusia yang dipersembahkan kepada iman. Misalnya, korban di adakan agar matahari tetap bersinar sehingga dengan adanya korban ini-kehidupan masyrakat bersifar ritualistic.pada tahun &00 S benih pemikiran filsafat pembahasannya lebih endalam lagi, yakni bersuber pada sastar Upanishad.keadaan yang demikian ini muncul tatkala kaum ksatria meberontak kepada kaum Brahman.pemberontakan ini terjadi karena ajaran Upanishad banyak diselewengkan.kedalaman pemikiran filsafat terbukti dari anggapan dahulu (Zaman Brahman), dewa Brahman hanya dianggap sebagai asas pertaa alam semesta.tetapi sekarang (zaman Upanishad) dewa Brahman dianggap sebagai dewa yang transden dan Immanen.juga, dewa Brahman dianggap berada dalam alam semesta dan diri manusia, yang terjelma berupa undur Api.
-
Zaman Wira Carita (600 SM-200 M),zaman ini diisi oleh perkembangan system pemikiran filsafat tersebut muncul berupa Upanishad. Ide pemikiran filasdafa tersebut berupa tulisan-tulisan tentang hubungan antara manusia dan dewa.
Sebagai latar belakang zaman ini adanya krisis politik,kemerosotan moral atau kepercayaan terhadap para dewa, akibat dari kau penjajah (pendatang).kemudian banyak orang mencari ketenangan dan muncllah para ahli pikir untuk menuangkan pikirannya sehingga terjadilah pertentangan antar pemikiran. Timbullah aliran yang bertuhan (Baghawadgita), aliran yang tidak bertuhan (Jainisme dan Buddhisme), juga aliran yang Spekulatif (Saddarcana).
Jainisme timbul sebagai reaksi zaman Brahan. Pelopornya adalah wadhamana (abad ke 6 SM).sedangkan Buddhisme (yang dicerahi) sebagai sebutan untuk tokoh rohani yang menjelma pada seseorang.jelmaan terakhir Buddhisme adalah Sidharta, yang lahir tahun 567 S di kapiwastu. Dan terakhir Baghawadgita adalah sebuah kitab yang ditulis pada abad ke 3 SM,pusat penyebarannya di gangga barat.isi kitabnya adalah uraian ajaran kresna pada arjuna tentang Bhakti (penyerahan diri).
-
Zaman Sastra Sutra ( 200 SM-1400 M),zaman diisi oleh semakin banyaknya bahan-bahan pemikiran filsafat (sutra) dengan ditandai dengan lahirnya tokoh-tokoh seperti Sankara (788-820) ia pengajar aliran Adwaita sebagai pokok ajaranya adalah “ Brahmana adalah nyata. Jiwa perorangan adalah Brahman.Brahman tidak rangkap. Dunia adalah tidaknyata. Jiwa tidak berbeda dengan Brahman, Ramanuja (2027-1137) dengan niat ia mencoba mempersatukan Wisnu dengan wedanta10.sumber ajarannya wisista waita (kitab Upanishad),menurutnya terdapat tiga kenyataan tertinggi :Tuhan (Iswara), jiwa(cit) dan benda (Acit.hanya tuhanlah sebagai kenyataan yang bebas, dan tokoh terakhir adalah Madhwa,pokok ajarannya “ada” merupakan kenyataan yang jamak.segala sesuatu di dunia ini beraneka ragam.terdapa lima perbedaan menurut Adhwa yakni antara tuhan dan jiwa;antara jiwa (yang satu) dan jiwa (yang lain); antara tuhan dan benda; antara jiwa dan benda;antara benda (yang satu) dan benda yang lain.zaman ini juga disebut zaman skolastik.kitab yang muncul pertama kali adalah kitab wedangga,yang uraiannya berbentuk prosa-disusun secara singkat agar mudah dihafal atau diamalkanj uga timbul sutar-sutra yang bertentangan dengan weda dan sutra tersebut dijadikan sumber pemikiran filsafat
BUDISME
Walupun di tanah kita, lebih-lebih dala percakapan sehari-hari ,ajaran BUDA itu disebut agama, yang saya jelaskan disini bukanlah agamanya,elainkan sifat filsafatnya.memang dala budisme terutama kemudian banyaklah gejala-gejala yang mengharuskan kita menyebut aliran itu agama akan tetapi pada permulaan budisme ini-saya berpendapat bahwa merupakan usaha mencari kebebasan dari ikatan dunia ini.dasar filsafatnya pun tidak lain daripada unsur yang terdapat pada Samkhaya.
Referensi:
Achmadi,Asmoro Drs, Filsafat Umum;cetakan kedua,( PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta,1997)
Poedjawiyatna,I.R Prof, Pembibing ke Arah AlamFilsafat,(Rineka Cipta,Jakarta,2002)
1 SUMOROTO,SUGIHARDJO DR, BUDIAWAN, SEJARAH PERADABAN BARAT KLASIK ;dari pra sejarah hingga runtuhnya romawi (yogyakarta,LIBERTY,____
2 Sofisme bukan merupkan suatu aliran atau ajaran, akan tetapi lebih merupakan suatu gerakan dalam bidang intelektual yang disebabkan oleh pengaruh kepesatan minat orang terhadap filsafat
3 Mazhab Epicurea ini menjadikan kesenangan sebagai kunci kebahagian walaupun mereka tidak menganjurkan kehidupan yang penuh dengan minuman keras,pendiri mazhab ini (Epicurus 341-270SM) mendefinisikan kesenangan atau kenikmatan sebagai ‘tiadanya penderitaan’
4 Menurut pendapatnya,agama Kristen bukan agam baru, karena Kristen lebih tua daripada dari filsafat yunani dan nabi musa sebagai awal kedatangan kristen
5 Ia juga termasuk pembela Kristen akan tetapi ia tidak membenci filsafat yunani yang bermuara pada subtansi ajaran Kristen lebih mempunyai otoritas dari pada yunani
6 Ia termasuk orang yang menolak filsafat yunani karena ia berpendapat apa yang dikatakan filosof yuanani tentang kebenaran apda hakikatnya adalah kutipan dari kitab suci
7 Ajaran yang berhasil menguasai sepuluh abad ini berpendapat,daya pemikiran manusia ada batasnya tetapi pikiran manusia dapat mencapai kebenaran dan kepastian yang tidak ada batasnya yang bersifat kekal abadi.artinya akal pikir manusia dapat berhubungan dengan sesuatu kenyataan yang lebih tinggi
8 Skolastik adalah aliran yang berkaitan dengan sekolah.perkataan skolastik merupakan corak khas dari sejarah filsafat abad pertengahan; filsafat nasrani karena banyak dipengaruhi oleh ajaran agama atau suatu system filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat,akan dimasukkan ke dalam bentuk sintesa yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal..
9 Ia berusaha membuktikan bahwa iman Kristen secara penuh dapat dibenarkan dengan pemikiran logis. Ia telah menerima pemikiran aristoteles sebagai otoritas tertinggi tentang pemikirannya logis.singkat cerita dalam abad pertengahan ini yang menarik adalah dapat dikatakan bahwa Aquinas mengkristenkan aristoteles dengan cara seperti sebelumnya St, agustin mengkristenkan Plato pad awal pertengahan
10 Wedanta adalah sebagai suatu system yang membicarakan bagian kitab weda (yang terakhir),,kitab ini sebagai kesimpulan kitab weda. Achmadi,Asmoro Drs, Filsafat Umum;cetakan kedua,( PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta,1997) hal.-85
sebuah kajian filsafat sebagai ilmu kritis…dalam kajian buku Prof.Magnis Suseno yakni Filsafat sebagai Ilmu Kritis
September 15, 2008
Pertama dan yang paling utama dalam kajian ini adalah saya mencoba mengambil substansi isi dalam kajian sub bab filsafat sebagai ilmu kritis yakni “filsafat bersifat kritis juga apabila ia membangun suatu gedung teoritis” untuk coba dikembangkan dan membantu pemahaman dalam menempatkan filsafat pada konteksnya yang tepat.ketika dalam aspek multidimensionalnya,semua bermula dalam lingkaran hasil belajar humanistic yakni belajar ilmiah dengan menerapkan metode skeptisisme yang mendorong manusia lebih berfikir, lebih menyaring segala informasi dan lebih sadar dan bersifat integral terstruktur yang dalam prinsip belajarnya disebut pengembangan otonomi kepribadian-untuk itu sangatlah penting proses penyadaran,pembebasan dari tekanan otoritas luar pengembangan kekuatan dalam terutama dalam bentuk daya fikir hingga muncul pemusatan perhatian, pengarahan kekuatan dalam di setiap proses kegiatan belajar karena pangkal tolak pengetahuan atau ilmu dan segala proses belajar adalah bertanya.
Semua dimulai dengan apa itu? cara jawab yang pertama adalah nama, rumus, nomina.nomina adalah bentuk bunyi, (phonem) yang perlu dipertanyakan lagi, apa itu? Maka nama kata atau phonem itu mengandung isi/esensi/arti/makna. Keingintahuan yang tuntas selain bersifat terstruktur yakni suatu bangunan pengertian yang tersusun yang selalu berisi factor-faktor: subjek, objek (personal dan impersonal), metode, instrumentomedia, spasial, waktu dan kondisi. Delapan factor itulah yang membentuk struktur. Jurus pertanyaan “mengapa” adalah hubungan causal dan effect, jurus Tanya “bagaimana” adalah hubungan metode, jurus hubungan Tanya apa “untuk apa” adalah telos, “dimana” adalah spasial(ruang) ”kapan”,waktu dan “kenapa”,kondisi. Tanya evaluatif, menilai, benarkah, baikkah, baguskah, perlukah?.
Berfikir adalah fungsi lanjutan pada perkembangan manusia,dapat juga dikatakan sofistikasi (pencanggihan) dan sublimasi (permuliaan) di kawasan kognitif dengan secara teknis bersifat dialekstis yakni fungsi yang berpasangan dua jalur yaitu tanya dan jawab, dan selalu bekerja dalam kondisi sadar.dari hasil belajar humanistic tadi diolah data tersebut dengan logika formal/langkah-langkah berfikir teratur yang ada disetiap individu supaya cara mengolah data yang telah masuk dari luar itu tidak salah dan tidak terlalu boros dengan itu maka terjadilah proses menata, mengolah , menyaring, menyeleksi, menserdehanakan,mengklasifikasi,mengkategorisasi sehingga data itu menjadi fungsional dan structural.berfikir berarti menentukan cara-cara dan pelbagai aspek yang perlu di pertimbangkan,dipertanyakan.
Sebenarnya ketika cara pemahaman anda terhadap data yang masuk kedalam diri anda sudah sampai taraf ini-sesungguhnya anda telah melakukan kegiatan suatu kegiatan yang ada unsur filsafat di dalamnya.pertama,seperti pernyataan kalimat diatas-ketika anda secara sederhana bertanya apa itu ? ? cara jawab yang pertama adalah nama, rumus, nomina.nomina adalah bentuk bunyi, (phonem) yang perlu dipertanyakan lagi, apa itu? Maka nama kata atau phonem itu mengandung isi/esensi/arti/makna.dan ini masuk ke unsur pertama dalam filsafat yakni metafisika yang menanyakan apa yang pada hakekatnya nyata? dan semua dimulai dengan hanya melihat apa yang ada di depannya hingga masuk kedalam suatu pengarahan pemusatan perhatian pamahaman suatu objek lalu masuk ke dalam sistem otomatisasi menyimpan ke dalam memori di setiap individu hingga diproses hingga menjadi kesan/data di dalam otak kita(memori) dan masuk kedalam cara pemahaman lebih jauh-sesungguhnya pada proses kajian ini tengah terjadi unsur filsafat kedua yakni bagaimana kita memahami kata-kata atau logika dan timbul appersepsi. Di dalam klasifikasi filsafat,hal ini sudah masuk kedalam filsafat teoritis.kemudian dengan logika formal kita,data/kesan terjadi induktifisasi sebuah kesan/data-pada proses ini sedang mencari dimana garis batas pengetahuan atau unsur filsafat ketiga yakni ilmu.kemudian yang terakhir penelaahan variabel kata di dalam sebuah kesan/data dan impilisit penalaahan variabel data tersebut adalah terjadinya unsur filsafat keempat yakni apa maksud keberadaannya atau biasa disebut Ontologi,otomatis hal ini masuk kedalam filsafat prakstis.
|
IV. ontologi: Apa maksud keberadaannya? filsafat praktis III. ilmu: I. metafisika Di mana garis Apa yang pada batas pengetahuan? hakikatnya nyata? filsafat teoretis II. logika: Bagaimana kita memahami makna kata-kata? |
Sumber:http ://www.schribd.com/FILSAFAT_MAWAS
Terlepas penjelasan di atas, Imajinasi merupakan daya yang mengatur tahun-tahun pertama kehidupan kita, laksana mitos yang mengatur pemikiran orang-orang yang hidup di budaya primitif. Sebagaimana semua orang tahu, perbedaan antara fantasi dan realitas tidak berbeda dalam benak anak-anak sejati. Namun pada remaja, daya ini diambil alih oleh gelora jiwa (passion): dengan berubahnya raga pada masa pubertas, benak pun mengubah cara mengadaptasi alam. Pujangga digerakkan oleh gelora jiwa untuk dengan kata-kata mengungkap sesuatu yang pada masa kanak-kanak hanya merupakan impian. Sebaliknya, para filsuf biasanya dikenal bukan karena gelora jiwa mereka. Ini karena daya yang cocok dengan budi-diri dewasa adalah daya pemahaman. Daya ini, bila berkembang sepenuhnya, beralih menjadi daya penimbangan. Tugas para ilmuwan adalah melampaui sudut pandang mereka sendiri dengan tujuan menimbang-nimbang bagaimana alam pada kenyataannya. Demikian juga, orang-orang yang betul-betul pantas disebut “tua” ialah mereka yang benaknya diatur terutama oleh daya penimbangan ini.
lahir
(mitos)
penimbangan imajinasi
tua muda
(ilmu) (sastra)
pemahaman gelora jiwa
dewasa
(filsafat)
Sumber:http ://www.schribd.com/FILSAFAT_MAWAS
Dengan menentukan arah pengungkapan daya-daya ini, pemahaman kita menjadi lebih lengkap mengenai kesalingterkaitan antara ide-ide itu. Mitos menggunakan imajinasi untuk mengungkap keyakinan. Sastra memakai gelora jiwa untuk mengungkap keindahan. Filsafat memanfaatkan pemahaman untuk mengungkap kebenaran, sedangkan ilmu (science) menerapkan penimbangan untuk mengungkap pengetahuan. Kita bisa melambangkan tujuan-tujuan terdalam itu dengan memetakannya pada suatu bujur-sangkar yang mencakup lingkaran yang tersaji di Gambar II.2, sebagaimana terlihat pada Gambar di bawah ini:
pengetahuan keyakinan
lahir
(mitos)
penimbangan imajinasi
tua muda
(ilmu) (sastra)
pemahaman gelora jiwa
dewasa
(filsafat)
kebenaran keindahan
Sumber:http ://www.schribd.com/FILSAFAT_MAWAS
Pengisyaratan diatas adalah sebuah cara pemahaman bagaimana hermeneutika menggabungkan sintesis dan analisis: sintesis adalah proses penggabungan bagian-bagiannya menjadi satu keutuhan; analisis ialah proses timbal-balik pembagian satu keutuhan menjadi bagian-bagiannya.jadi jika suatu data/kesan yang sudah melewati proses pemahaman variabel dari kata-kata(data/kesan) hingga menjadi wawasan (insight) di dalam diri anda yang coba di elaborasikan hingga menjadi suatu bentuk kajian baru/penemuan (sintetis),yang lantas timbul pertanyaan mendasar coba dan mencoba menimbang-nimbang guna mendapatkan kebenaran yang hakiki atau dalam fungsi komplenter biasa disebut kritisisme (analisis) yang pada akhirnya menjadi suatu cara pandang atau pandangan baru terhadap suatu kajian yang lama.”jadi maksud kata “kritis” dalam konteks filsafat sebagai ilmu kritis yakni jika suatu organisme yang esensinya selalu ‘berkembang’ mampu membangun dan melewati cara pandangnya sendiri dari data yang di telaahnya serta melewati data kajian tersebut dengan unsur-unsur filsafat guna mendapatkan kebenaran yang hakiki ”
Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar I.4 dibawah ini;
satu keutuhan
sintesis teks analisis
bagian-bagian
Wawasan
penemuan (sintesis)
kritisisme (analisis)
pandangan
Analisis dan Sintesis sebagai Fungsi-Fungsi Komplementer
Gambar I.4 analisis dan sintesis sebagai funsi-fungsi komplementer dan spiral hermeneutika
Sumber:http ://www.schribd.com/FILSAFAT_MAWAS
Dibawah ini adalah contoh kajian diatas dalam penelaahan kalimat “Filsafat sebagai ilmu kritis”
Kata Filsafat!.kata apa pertama yang langsung hadir di kepala saya adalah filsafat itu adalah berfikir,abstrak,ada hubungannya dengan Tanya dan jawab. Tetapi sesungguhnya filsafat itu adalah berusaha membawa,membujuk saya untuk melihat hal-hal yang terdapat di bawah permukaan kita dan untuk menatap makna yang lebih mendalam.mungkin penjelasan yang bisa saya terjemahkan tentang variabel kata “filsafat’
Penjelasan variabel kata diatas-nanti kita hubungkan dengan variabel kata-kata yang lain seperti ‘ilmu’ dan ‘kritis’.
Kemudian variabel kata ‚ilmu’.Ilmu ditafsiri dengan sifat yang kalau dimiliki oleh seseorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya[1]. Karena ‘Ilmu’ itulah, poin dimana kita sampai mau melakukan kegiatan belajar jika seseorang/pelajar dalam dirinya sudah mengelotok jiwa humanistic dalam fungsi hidup khusus dan umum dalam kegiatan belajarnya. Dari melihat,melihat objek, otomatisasi menyimpan, kesan kemudian timbul appersepsi sampai pada proses induktifisasi kesan (makna) dan terakhir kita kaitkan pada variabel makna yang lain hingga timbul ke kekritisan/sifat kritis di dalam diri dalam memahami kajian/data tersebut.kritis dalam penafsiran saya adalah ’bertanya’.
Fungsi bertanya yang merupakan inisiatif pokok berfikir untuk menjuruskan pengenalan dan pemahaman lebih jauh dalam rangka mencernakan pelajaran agar lebih tuntas.pola bertanya adalah belahan berfikir kritis eksplotatif, fungsional, structural, temporal, spatial, instrumental, metodologis dan teleologis reflektif untuk meneliti (riset) yang berarah lebih luas dan lebih besar[2].
Jadi kesimpulannya adalah flsafafat sebagai ilmu krisits adalah ‘seni bertanya’.cara bertanya itu lebih dipolakan dalam pola dasar seperti 5W1H dan pelbagai pola Tanya interrogative, verifikatif/evaluatif, kulifikatif, konfirmatif, komparatif, suggestif, eufimistik, sarkastik, optional selektif dan kuantitatif.pola Tanya adalah belahan berfikir kritis eksploratif, fungsional, structural, temporal, spatial, instrumental,metodologis dan teleologis reflektif untuk meneliti (riset) yang berarah lebih luas dan lebih besar.
MENGAPA NEGARA SAMOA JIKA DIPETA DI BUAT LEBIH BESAR OLEH NEGARA NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU?
Mei 3, 2008
LATAR BELAKANG SEJARAH NEGARA SAMOA
Dalam pembahasan ini- ya ingin menguraikan latar belakang terlebih dahulu untuk prolog atas analisis saya nantinya tentang Negara kepulauan samoa yaitu mengapa Negara kepulauan samoa yang relative kecil di buat lebih besar di peta dari Negara kepulauan lainnya oleh Negara-negara maju.semula Negara samoa pertama kali di temukan oleh pelaut belanda Jacob roggeven pada tahun 1722.pada tahun 1856 pedagang jerman berdatangan ke samoa yang selanjutnya berusaha mendirikan koloni disana, namaun terjadi konflik dengan amerika dan inggris yang ingin menguasai negara samoa dan selanjutnya persaingan-persaingan pada separuh kedua abad-19 diselesaikan oleh Perjanjian Berlin pada tahun 1899, dan menyebabkan Jerman dan Amerika Syarikat membahagikan kepulauan Samoa. Pada tahun berikut, Amerika Syarikat menduduki bagiannya yang terdiri daripada kumpulan pulau timur yang lebih kecil dan yang termasuk pelabuhan Pago Pago. Pulau-pulau barat kini merupakan negara Samoa yang merdeka.setelah peranag dunia 1.
Untuk penduduknya sebagian besar yakni sekitar 88% penduduk untuk daerah samoa barat yang merupakan keturunan Polynesia.polynesia dalam buku koentjaraningrat dalam bukunya pengantar ilmu antropologi dijelaskan bahwa Polynesia merupakan sub kawasan kepulauan yang terdiri dari semua tipe,kepulauan gunung berapi,kepualauan padas,kepulauan atoll(yaitu himpunan raksasa dari kerang-kerang yang dari puncaknya muncul di permukaan laut) dan tipe-tipe pulau lain (di bagian tengah dari timur dari lautan teduh),yang terletak di dalam segitiga besar yang terjadi apabila kita hubungkan dengan garis-garis lurus selandia baru dengan kepulauan paskah dan dengan kepualauan hawai) dan juga polenesia mempunya social-budaya,kebudayaan yg lebih baik dari kebudayaan penduduk lainnya yang pada substansinya adalah Negara kepulauan samoa adalah negara secara geografis,sumber daya alam dan penggolongan aneka warna kebudayaan penduduknya yang pada konsepnya lebih baik dari Melanesia,mikronesia dll atau suatu hal yang sama pada hampir kebudayaan/tatanan kehiduapan di polenesia adalah suatu perkembangan dari suatu kebudayaan maritime yang maju,termasuk kepintaran membuat perahu-perahu bercadik yang dapat berlayar di lautan terbuka,serta kepandaian bernavigasi yang mengagumkan Dan dibawah ini adalah matrik dari Negara dan wilayah di oceania yang menitikberatkan pada golongan dari variasi kebudayaan penduduknya serta peta yang akan memperjelas tentang pembahasan ini:
|
Australia · Kepulauan Cocos (Keeling) · Pulau Norfolk · Pulau Krismas |
|
|
Fiji · Kepulauan Maluku & New Guinea Barat (sebahagian Indonesia) · Kepulauan Solomon · New&nnsp;Caledonia · Papua New Guinea · Timor Timur · Vanuatu |
|
|
Guam · Kepulauan Marshall · Kepulauan Mariana Utara · Kiribati · Nauru · Negeri-negeri Persekutuan Micronesia · Palau |
|
|
Hawaii · Kepulauan Cook · New Zealand · Niue · Pitcairn · Polynesia Perancis · Samoa · Samoa Amerika · Tokelau · Tonga · Tuvalu · Wallis dan Futuna |
|
Dari uraian diatas –siapa saja akan terbuka kerangka berfikirnya tentang samoa yang essensinya hanya negara kepulauan kecil tetapi mempunyai kapasitas dalam pandangan negara maju seperti jerman,jepang amerika dan inggris jjika diuraikan dalam konsep yang mendalam dan dalam penelusuran pencarian sumber yang saya-mencoba komprehensif dalam pembahasan ini akhirnya saya mendapatkan suatu uraian sedikit banyaknya tentang Negara kepulauan pasifik yang dalam penjelasan tersebut menitikberatkan pada forma ekonomi untuk perkembangan kepulauan pasifik itu sendiri yang menurut saya hal ini sangat mempengaruhi mengapa Negara-negara maju begitu respect dengan Negara kepulauan pasifik.”Pacific Island Economies: Prospects for DevelopmentPacific Island Economies: Prospects for Development” inilaj sebuah kajian yang saya coba telaah-dan akhirnya saya mnedapatkan beberapa poin di dalamnya yaitu sbb:
· Kepulauan Pasifik Selatan sebagai negara berkembang, menginginkan adanya eksistensi dan peran yang cukup signifikan dalam dunia internasional. Kepulauan Pasifik dikelilingi oleh banyak kekuatan besar yang terdiri dari negara-negara maju. Negara-negara pasifik selatan memiliki banyak sumber alam yang mampu menjadi penggerak roda perekonomian negara-negara pasifik.
Negara kepulauan pasifik selatan menginginkan eksistensi dan peran signifikan di dunia internasional-inilah cikal bakal dari mengapa negara-negara maju seperti Australia,jepang,amerika dan inggris ada keterkaitan dengan Negara-negara kepulauan pasifik-condong kearah tatanan ekonomi(kerja sama bilateral) khususnya termasuk samoa dan Jika kita melihat geografis kepulauan di pasifik selatan, hanya terdapat pulau-pulau yang sangat kecil, berjumlah banyak, dan berpenduduk sedikit. Pengecualian ada pada Papua New Guinea. Dengan adanya letak geografis tersebut, banyak timbul permasalahan di bidang transportasi misalnya, untuk melewati daerah satu ke yang lainnya, membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh. Zona iklimnya pun sangat memungkinkan terjadinya bencana alam secara periodic, seprti badai, banjir, angin topan, bahkan kekeringan.
Transaksi pada pasar domestik tidak berlangsung secara besar, dikarenakan area yang kecil dan penduduk yang terbatas, berakibat pada pendapatan nasionalnya walupun dalam SDA Negara kepulauan pasifik sangat memumpuni seperti fosfat salah satu contohnya yang substansinya karena pengaruh hambatan dalam prospek perkembangannya mengenai struktur ekonomi yang meliputi pendapatan nasional, perdagangan luar negeri jadi terhalang dan tidak maksimal maka Negara-negara kepulauan pasifik selatan berinisiataif bekerja sama dengan Negara-negara maju untuk kelangsungan hidupnya karena semua SDA itu akan percuma kalau dalam pengelolaan teknis tidak ada yang sanggup menggunakan potensi yang ada guna perkembangan kepulauan pasifik sendiri,menurut saya itulah essensi dasar dari penafisiran-mengapa ada kaitan Negara-negara maju di Negara-negara pasifik selatan dan kenapa Negara-negara maju menyetujuinya yakni karena ia menuntut kesinergisan antara Negara dan Negara dan hal itu begitu nyata ketika Pada tahun 1982, diadakan suatu kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi, antara anggota negara Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru pada suatu perjanjian yang dinamakan South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA). Bentuk kerjasama ini mirip seperti Asean Free Trade Area (AFTA), untuk mencapai suatu free market bagi ekspor negara-negara anggota dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tiap negara anggota
Namun banyak juga negara-negara yang masih bergantung pada bantuan negara seperti Amerika Serikat dan Perancis sebagai negara penjajah.
Chapter ini difokuskan pada potensi perkembangan Kepulauan Pasifik dan pengaruh hambatan dalam prospek perkembangannya mengenai struktur ekonomi yang meliputi pendapatan nasional, perdagangan luar negeri, dan bantuan dari luar negeri.
Jika kita melihat geografis kepulauan di pasifik selatan, hanya terdapat pulau-pulau yang sangat kecil, berjumlah banyak, dan berpenduduk sedikit. Pengecualian ada pada Papua New Guinea. Dengan adanya letak geografis tersebut, banyak timbul permasalahan di bidang transportasi misalnya, untuk melewati daerah satu ke yang lainnya, membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh. Zona iklimnya pun sangat memungkinkan terjadinya bencana alam secara periodic, seprti badai, banjir, angin topan, bahkan kekeringan.
Transaksi pada pasar domestik tidak berlangsung secara besar, dikarenakan area yang kecil dan penduduk yang terbatas, berakibat pada pendapatan nasionalnya. Namun, pada negara Papua New Guinea, dengan jumlah penduduk yang mencapai 3,5 juta lebih banyak terjadi transaksi pada pasar meski intentsitasnya berkurang karena permasalahan infrastruktur.
Kelangkaan modal disebabkan karena rendahnya simpanan domestik dan mengakibatkan rendahnya pendapatan perkapita. Sumber daya manusia yang sangat terbatas juga menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya perekonomian negara-negara kepulauan ini. Permasalahan lain yang dihadapi adalah strruktur pemerintahannya, birokrasi, regulasi bisnis, system perncanaan, dan sebagainya serinngkali tidak mencerminkan kebutuhan setempat.
· Permasalahan kebudayaan juga merupakan hambatan yang perlu dibenahi. Mengingat perbedaan area, berarti berbeda kebiasaan dan kebudayaan. Tradisi tiap-tiap negara dan wilayah-wilayah di Kepulauan Pasifik memliki banyak perbedaan. Apabila mereka kurang saling memahami dalam hal adat dan kebiasaan, interaksi sosial akan semakin sulit untuk terwujud, dan proses modernisasi pun akan semakin jauh dari tercapai.
Menurut saya permasalahan tersebut sudah terlihat dalam aspek sosial-budaya yaitu di samoa barat,anak-anak tidak dikenakan wajib belajar,padahal biaya pendidikan tidak dipungut yang kesimpulannya pemerintah setempat pada waktu itu belum menggalakan tujuan negara kepulauan pasifik yaitu eksistensi dalam konteks moderinisasi dan lagi laju pertumbuhan penduduk sangat cepat dan ekstremnya lapangan pekerjaan tidak tersedia waktu itu karne keterbatasan infrastruktur salah satunya dalam industrisasi di negara kepulauan pasifik.padahal potensi yang ia punya cukup dominan yakni sector utama perekonomian Pasifik Selatan terdapat pada pertanian, kehutanan, dan perikanan seperti pada negara Fiji, Cook Island, Solomon Island, Tonga, Vanuatu, Western Samoa dan Papua New Guinea. Sebanyak 60% penduduk menggantungkan hidupnya sebagai pekerjaan sektor utama tersebut. Pada sektor pertambangan, Papua New Guinea, menempati sector perekonomian yang cukup utama, dengan hasil emas, dan tembaga
Kristalisasi
Bantuan luar negeri yang diberikan kepada kebanyakan negara-negara di kepulauan pasfik merupakan suatu peran yang amat vital dalam menjalankan menjalankan roda perekonomian negara-negara di Pasifik Selatan. 90% negara, mendapatkan bantuan dari negara bilateralnya, seperti dengan Australia, Perancis, dan Amerika Serikat. Bantuan mereka sebagai konsekuensi dari negara koloni mereka diluar teritori mereka. United Nations Develpoment Program (UNDP), Asean Development Bank (ADB), dan World Bank (WB) juga ikut memberi bantuan kepada negara-negara di Kepulauan pasifik.
Kerjasama regional di level antar pemerintah sangatlah penting demi kelangsungan perkembangan negara-negara Kepulauan Pasifik. Pada tahun 1982, diadakan suatu kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi, antara anggota negara Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru pada suatu perjanjian yang dinamakan South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA). Bentuk kerjasama ini mirip seperti Asean Free Trade Area (AFTA), untuk mencapai suatu free market bagi ekspor negara-negara anggota dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tiap negara anggota. Media pelatihan, dar promosi pasara dilakukan untuk menstimulan pasar agar menjadi lebih aktif dalam perdagangan internasional.
Negara di luar kawasan pun tidak kalah dalam perannya ikut saling mengmbangkan perekonomiannya. Adalah negara Indonesia, yang turut ikut melakukan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan internasional. Sebagai lingkaran konsenrtis yang kedua setelah Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran yang cukup penting di Pasifik. Hubungan diplomatic Indonesia dengan negara-negara di kawasan Kepulauan Pasifik berjalan membaik. Indonesia juga turut ikut dalam berbagai forum yang diadakan kawasan ini guna membahas kelangsungan perkembangan perekonomian kawasan.
Permasalahan struktur ekonomi dan juga sumber daya manusia dihadapi negara-negara di Kepualauan Pasifik. Namun, akan segera teratasi dengan adanya unity seperti yang dilakukan oleh kawasan lain sehingga permasalahan bersama lambat laun akan dapat diatasi dengan mudah, tentunya dengan bantuan negara besar. Dan di bawah ini salah satu bentuk konkret kerja sama dengan negara maju seperti jepang,australia,belanda,dll
PERKEMBANGAN PERKELAPAAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA APCC (ASIAN AND PACIFIC COCONUT COMMUNITY)
Luas areal tanaman kelapa dunia tahun 1998 – 2002
|
NO. |
NEGARA |
1998 |
1999 |
2000 |
2001 |
2002 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A. |
Anggota APCC |
10.470 |
10.312 |
10.293 |
10.360 |
10.413 |
|
1. |
F.S. Micronesia |
17 |
17 |
17 |
17 |
17 |
|
2. |
Fiji |
54 |
54 |
54 |
65 |
54 |
|
3. |
India |
1.861 |
1.755 |
1.768 |
1.840 |
1.892 |
|
4. |
Indonesia |
3.706 |
3.679 |
3.684 |
3.691 |
3.701 |
|
5. |
Kiribati |
26 |
26 |
25 |
25 |
25 |
|
6. |
Malaysia |
230 |
226 |
226 |
226 |
159 |
|
7. |
Papua New Guinea |
260 |
260 |
260 |
260 |
260 |
|
8. |
Philippines |
3.116 |
3.116 |
3.119 |
3.120 |
3.120 |
|
9. |
Samoa |
92 |
92 |
96 |
96 |
96 |
|
10. |
Solomon Islands |
59 |
59 |
59 |
59 |
59 |
|
11. |
Sri lanka |
442 |
442 |
442 |
442 |
442 |
|
12. |
Thailand |
376 |
372 |
325 |
326 |
327 |
|
13. |
Vanuatu |
96 |
96 |
96 |
96 |
96 |
|
14. |
Vietnam |
187 |
173 |
172 |
165 |
165 |
|
B. |
Non APCC |
1.394 |
1.415 |
1.411 |
1.417 |
1.444 |
Sumber : Coconut Statistical Yearbook 2002
Produksi Kelapa dan Kopra Ekuivalen tahun 1998 – 2002
|
NO. |
NEGARA |
1998 |
1999 |
2000 |
2001 |
2002 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A. |
Anggota APCC |
8.565.916 |
7.847.320 |
8.910.373 |
9.223.701 |
8.635.245 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. |
F.S. Micronesia |
6.500 |
6.500 |
6.500 |
6.500 |
6.500 |
|
2. |
Fiji |
27.228 |
27.228 |
27.228 |
27.228 |
27.228 |
|
3. |
India |
1.817.000 |
2.132.000 |
1.750.000 |
1.785.000 |
1.830.000 |
|
4. |
Indonesia |
2.778.127 |
2.789.212 |
3.023.900 |
3.032.000 |
3.196.499 |
|
5. |
Kiribati |
21.200 |
21.250 |
19.200 |
19.200 |
19.200 |
|
6. |
Malaysia |
140.000 |
138.000 |
136.000 |
134.000 |
119.250 |
|
7. |
Papua New Guinea |
143.000 |
170.000 |
172.000 |
112.000 |
136.000 |
referensi:
· www.geoggle.com/ PERKEMBANGAN KOMODITI KELAPA
DAN KERJASAMA MELALUI
ASIAN AND PACIFIC COCONUT COMMUNITY (APCC)
· www.geoggle.com/wikipedia /samo barat
· koentjaraningrat,
2002 pengantar ilmu antroplogi ;PT.Rineka Cipta, jakarta
· Atlas Sejarah;indonesia dan dunia
esensi dasar SNI dan tanya jawab sampai dengan 1500 M
April 29, 2008
1. Jelaskan perkembangan Islam di Indonesia secara singkat sampai tahun 1500?
= Sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui babak – babak yang penting tapi saya akan membatasinya sampai dengan 1500- yang pada esensi’a ada 5 babak:yaitu babak masa penjajahan,pada masa abad 20 masehi dan pada masa 20dan 21 masehi
1. Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).
Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Dai yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradaptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) dakwah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.
Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai dai (juru dakwah). Kewajiban berdakwah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan di agama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama, yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Bana “ Nahnu du’at qabla kulla syai“ artinya kami adalah dai sebelum profesi-profesi lainnya.
Sampainya dakwah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.
Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.
2. Babak kedua, abad 13 masehi.
Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina di wilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.
Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan dakwah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan dakwah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:
- a) Perdagangan
- b) Pernikahan
- c) Pendidikan (pesantren)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
- d) Seni dan budaya
Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia di hadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada di Indonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.
- e) Tasawwuf
Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.
2. jelaskan adakah kaitannya dengan kerajaan singosari dengan sejarah masuknya islam ke Indonesia?
=menurut sumber yang saya temukan salah satunya dari pernyataan marcopolo pada tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i (secara tidak langsung) yang substansinya adalah islam dan kerajaan singosari ada kaitannya secara langsung dan tidak langsung .dan yiak lansungnya adalah Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.
3. apa yang melatarbelakangi pengislaman secara besar-besaran pada waktu 9 M/14 M dan jika kita kaitkan dengan pernyataan Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam- benarkah apa yang ia katakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol dan jika iya! apa yang memperkuat argumen tersebut?
= penjabaran awal saya tentang pengislaman secara besar-besaran-akan saya jabarkan lewat dimensi waktu sebelum abad ke 9 yaitu abad 8.pada abad abad ke-8 H / 14 M esensinya , belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat yang melatar belakangi masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda.dan tentang Thomas Arnold dalam argumennya The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin. Contoh kecilnya ketika islam pertama kali datang ke indonesia-dakwah yang dilakukan di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang ialah sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.
4. jelaskan dan uraikan dengan bahasa anda apakah Masuknya agama Islam ke Indonesia hanya di satu lokasi dan dalam tempo yang sama? Yang tersebar di seluruh pelosok tanah? Dan bisa di jelaskan sedikit banyaknya rute perjalanan islam ke indonesia?
= menurut rasio yang saya pakai untuk menelaah pertanyaan ini. Masuknya agama Islam ke Indonesia bukan hanya di satu lokasi dan dalam tempo yang sama saja, tapi tersebar di seluruh pelosok tanah air dan dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Misalnya :
- Kota-kota pelabuhan di selat Malaka, diantaranya pantai Aceh bagian utara yang bernama Pasai. Pada abad VII Pasai merupakan kota pelabuhan internasional. Disinilah para pedagang (Arab, Gujarat, Tiongkok, dll) singgah, sehingga penyebaran Islam terjadi di Pasai
- Pantai barat pulau Sumatra. Buktinya ialah dapat ditemukan perkampungan yang diduduki orang muslim pada abad ke VII. Juga di Barus (Tapanuli) ditemukkan makan Syeikh Mukaidin yang menurut catatan wafat pada tahun 670 M.
- Jawa Timur. Di Leran ditemukan makam seorang muslimah bernama Fathimah binti Maimun yang wafat tahun 1101 M
- Jawa Barat. Diketahui bahwa raja Pajajaran yang bernama Prabu Purwa menyerahkan tahta kepada adiknya yang bernama Prabu Munding Sari. Prabu Purwa mengembara ke India dan bertemu dengan pedagang muslim dari Arab. Beliau tertarik agama Islam dan pada tahun 1195 pergi haji dan terkenal dengan Haji Purwa. Kemudian beliau kembali ke Indonesia dan menyebarkan agama Islam di daerahnya.
Dan terakhir dalam sumber yang saya temukan-saya mengutip sedikit banyaknya penjelasan tentang rute yang dipakai islam untuk masuk ke indonesia-yakni Menurut sebagian ahli sejarah, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 atau ke 8 Masehi atau abad pertama atau kedua hijriyah melalui dua jalur, yakni :
Jalur utara dengan rute : Arab (Mekkah dan Madinah) – Damaskus – Baghdad – Gujarat (pantai barat India) – Srilanka – Indonesia
Jalur selatan dengan rute : Arab (Mekkah dan Madinah) – Yaman – Gujarat (pantai barat India) – Srilanka – Indonesia
5. menurut pendapat anda tentang 3 cara penyebaran agama islam di indonesia yaitu dengan perdagangan,perkawinan dan politik…jika anda lihat dalam kaca mata anda,cara manakah yang paling masuk akal hingga islam di indonesia bergerak luas dengan efisiensi waktu yang tidak lama?
=kalau saya coba pahami dalam dimensi konsepnya sendiri dar perdagangan,perkawinan dan politik-otak saya cenderung lebih dapat merelevansikan konsep yang menitikberatkan pada hubungn perdagangan karen sejak abad ke-7 para pedagang islam di arab,persia dan india telah ikut ambil bagian dalam penyebaran di indonesia ini.hal ini menimbulkan jalinan hubungan perdagangan antara masyarakat indonesia dan para pedagang islam.di samping bedagang,para pedagang islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya islam kepada orang lain termasuk masyarakat indonesia dan jika islam memakai cara tersebut kemunginan besar proses islamisasi lebih efektif dan menguntungkan dari cara-cara/saluran lainnya .apa lagi yang terlibat dalam saluran perdagangan bukan hanya masyarakat yang berasala dari golongan bawah saja melainkan dari golongan tingkat atas seperti kaum bangsawan dan rajadi samping keadaan politik kerajaan sangat mendukung untuk terjadinya islamisasi secara efektif atau secara substansinya yang membedakan dari saluaran lain adalah konteks waktu/keefektifan dalam islaisasi itu sendiri.
6. apa yang melatarbelakangi nenek moyang kita di sebut rumpun Austronesia atau melayu Austronesia ?an carilah tambahan untuk penguatan argumen anda(gambar yang terkait,kutipan buku yang terkait dll)
=cukup sulit bagi saya untuk menjabarkan jawaban pertanyaan ini karena kekurangan literatur adalah salah satunya tetapi paling tidak saya akan menjelaskan konsep dari austronesia.pada awalnya nenek moyang bangsa indonesia berasal dari rumpun bangsa austronesia yang menetap di daerah daratan indocina(vietanam)dan berlayar menggunakan perahu layar dan rumpun austronesia/rumpun melayu austronesia/nenk moyang bansa indonesia adalah karena kebudayaan batu neolithikum dan perunggu dari daerah asalnya di bascon-hoabinh dan dongson di pesisir vietnam di sekitar teluk tonkin vietnam
Dan kedatangan dan penyebaran nenk moyang bansa indonesia terjadi dalam 2 gelombang.yaitu:
· gelombang 1,sekitar 1000 SM,nene moyang bangsa austronesia yang datang ke indonesia dari daratab asia melalui daerah teluk tonkin dan membawa kebudayaan batu neolithikum yang disebarluaskan melalui 2 jalur:a).jalur utara b).jalur selatan
· gelombang 2,sekitar tahun 500 SM,nenek moyang bangsa austronesia yang datang ke indonesia dari daratan asia(yunan) melalui thailand,malaysia barat dan merata masuk ke indonesia dari arah barat menuju timur dengan membawa kebudayaan dongson yang sudah mengenal pemakaian logam yaitu kapak corong dan nekara
7.carilah visualisasi data tentang pusat-pusat hindu budha di india dan penyebarannya ke indonesia dan berupa substansi terkait?
=
8.carilah visualisasi dari gagasan perkembangan dan pengaruh kerajaan islam di indonesia dan uraikanlah pengaruh yang ditularkan islam dalam aspek pendidikan bagi bumiputera?
=mulai abad ke-13 di daerah sebelah utara ssumatera masuk agama islam dan berkembang di daerah ini yang di bawaw oleh saudagar dari eprsia dan gujarat.perkembangan pendidikan pada zaman ini di pegang oleh dua lembaga yang memiliki peranan penting pada penyebaran islam di pualu jawa,yaitu:
· langgar,disini murid-murid diajarkan/mempelajari bajad arab dan mengejanya dalam irama tertentu.pelajaran yang diberikan dengan sistem sekepala dimana guru yang menyebutkan dan murid menirunya.tujuannya adalahmembaca al-qurana sampai tamat.lama belajar tidak tentu.biasanya -/+ setahun atau beberapa bulan saja, yang menjadi guru adalh seorang yang memiliki pengetahuan yang mendalam.
· Pesantren,muridnya dinamakan santri.lam belajarnya tidak tentu;ada yang setahun dan ada yang juga sepuluh tahun atau lebih.
9.jelaskan dan uaraikan dalam bahasa anda kristalisasi tentang pembabakan periodisasi atau pembabakan prasejarah berdasarkan aspek geologi?
= Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:
Arkeum
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
Paleozoikum
Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
Mesozoikum
Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.
Neozoikum
Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui.
Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.
10.uraikan dalam bahasa anda sendiri kosep dari zaman logam dan ciri-ciri nya?
= Zaman Batu
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).dan dibawah ini penjelasan tentang ciri-cirinya:
i. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :
Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)
· Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
· Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
· Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
· Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
· Pacitan : Pithecanthropus dan
· Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
ii. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
· Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
· Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
· Alat-alat zaman Mesolithikum :
· Kapak genggam (peble)
· Kapak pendek (hache Courte)
· Pipisan (batu-batu penggiling)
· Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
· Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
· Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut adalah :
· Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
· Ujung mata panah,
· batu penggilingan (pipisan),
· kapak,
· alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
· Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
· Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
· Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
· Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
· Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid
iii. Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
· Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
· Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
· Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
· Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
· Pakaian (dari kulit kayu)
· Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
· Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –
Indochina)
iv. Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
· Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
· Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
· Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
· Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
· Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
11.paparkanlah konsep mendasar dari zaman logam dan ciri-cirinya?
=] Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500°C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang mengunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.
Cirri-ciri dari zaman logam adalah sbb:
zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :
1. Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
· Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selat, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas.
· Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
· Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera
· Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar)
· Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.
2. Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
· Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
· Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
· Mata pisau
· Mata pedang
· Cangkul, dll
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)
12. uraiakan hal-hal esensi dari kehidupan masyarakat prasejarah?
=
FOOD GATHERING
Ciri zaman ini adalah :
· Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
· Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
· Tempat tinggalnya : gua-gua
· Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
· Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah (Mesolithikum)
FOOD PRODUCING
· Ciri zaman ini adalah :
· Telah mulai menetap
· Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
· Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
· Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
· Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
· Alat-alatnya sudah diupam/diasah
Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar)
12. JELASKANLAH SUBSTANSI DARI CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA ?
= Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
· Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
· Bentuk budaya yang bersifat Material
i. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
· Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
· Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
ii. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
· Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
· Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
iii. Sistem bercocok tanam/pertanian
· Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
· Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
· Sistem huma untuk menanam padi
· Belum dikenal sistem pemupukan
iv. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
v. Bahasa
· Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
13. Jelaskanlah esensi-esensi dari 3 Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ? Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :
1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo
Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
· Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
· Badannya tegak
· Hidup mengumpulkan makanan
· Makanannya tumnuhan
· Rahangnya kuat
2. Ciri Pithecanthropus :
· Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
· Hidup berkelompok
· Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
· Mengumpulkan makanan dan berburu
· Makanannya daging dan tumbuhan
3. Ciri jenis Homo :
· Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
· Muka dan hidung lebar
· Dahi masih menonjol
· Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya
14.buatlah time lines dari sejarah hindu buddha dari abad 14 sampai abad ke 14?
- =300 – Indonesia telah melakukan hubungan dagang dengan India Hubungan dagang ini mulai intensif abad ke-2 M. Memperdagangkan barang-barang dalam pasaran internasional misalnya: logam mulia, perhiasan, kerajinan, wangi-wangian, obat-obatan. Dari sebelah timur Indonesia diperdagangkan kayu cendana, kapur barus, cengkeh. Hubungan dagang ini memberi pengaruh yang besar dalam masyarakat Indonesia, terutama dengan masuknya ajaran Hindu dan Budha, pengaruh lainnya terlihat pada sistem pemerintahan.
- 300 – Telah dilakukannya hubungan pelayaran niaga yang melintasi Tiongkok. Dibuktikan dengan perjalanan dua pendeta Budha yaitu Fa Shien dan Gunavarman. Hubungan dagang ini telah lazim dilakukan, barang-barang yang diperdagangkan kemenyan, kayu cendana, hasil kerajinan.
- 400 – Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah kerajaan-kerajaan dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain candi, patung dewa, seni ukir, barang-barang logam.
- 671 – Seorang pendeta Budha dari Tiongkok, bernama I-Tsing berangkat dari Kanton ke India. Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tatabahasa Sansekerta, kemudian ia singgah di Melayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya ke India.
- 685 – I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Tionghoa.
- 692 – Salah satu kerajaan Hindu di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang menjadi besar dan pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang Arab, Parsi, Tiongkok. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, emas, perak. Sebagian dari Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara, Sunda, Jambi termasuk kekuasaaan Sriwijaya. Pada masa ini perkembangan kerajaan Sriwijaya berkaitan dengan masa ekspansi Islam di Indonesia dalam periode permulaan. Sriwijaya dikenal juga sebagai kerajaan maritim.
- 922 – Dari sebuah laporan tertulis diketahui seorang musafir Tiongkok telah datang kekerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan maharaja Jawa telah menghadiahkan pedang pendek berhulu gading berukur pada kaisar Tiongkok.
- 1292 – Musafir Venesia, Marco Polo singgah di bagian utara Aceh dalam perjalanan pulangnya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Marco Polo berpendapat bahwa Perlak merupakan sebuah kota Islam.
- 1345-1346 – Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra dalam perjalanannya ke dan dari Tiongkok. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Tiongkok. Ibnu Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra adalah seorang pengikut Mahzab Syafi’i salah satu ajaran dalam Islam.
- 1350-1389 – Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan Indonesia bahkan Jazirah Malaka sesuai dengan “sumpah Palapa” Gajah Mada yang ingin Nusantara bersatu.
15.buatlah tabel sejarah kerajaan islam dan kerajaan hindu buddha di zaman prakolonial!
=] Kerajaan Hindu/Buddha
Kerajaan Islam
Referensi:
- KUMPULAN BUKU-BUKU SEJARAH SMA
- www.geoggle.com/”sejarah islam masuk Indonesia”
sedikit banyak tentang konsep tirani dan konsep negara
April 19, 2008
Menurut plato,tirani adlah pemerintahan yang di pegang oleh seorangtiran(sewenang)sehingga jauh dari cita-cita keadilan dan jika demokarasi,pemerintahan dibentuk oleh rakyat jelata… atau menurut kajian saya kekuasaan masih di tangan satu orang,dan kekuasaan tersebut tidak di tujukan untuk kepentingan umum melainkan kepentingan pribadi penguasa makanya Indonesia makin terpuruk secara ekonominya munkin kalau menurut saya paham tirani secara tidak tertulis,dipakai sudah lama dipakai oleh “penguasa” jadi ibarat berkelahi,kita satu lawan satu oleh penguasa dan efeknya yang kaya makin kay dan begitujuga sebaliknya
Pertama saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Negara!.negara adalah Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik,ia adlah organisasi pokok dari kekuasaan politik dan Negara adlah alat dari masyarkat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyrakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.kalu partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotannya mempunyai orientasi,nilai-nilai dan cita-cita yang sama dan kalu kita lihat dalam kerangka demokrasi.demokrasi sebagai alat perantara untuk menyatakan aspirasi parpol ke badan konstitusi Negara ketika rakyat merasa tidak efektif dan efisien terhadap kebijakan,tindakan pemerintah ke masyarakat.hubungan parpol dan Negara tidak lebih hanya rangka memenuhi kepentingan bersama
konsep kekuasaan
April 18, 2008
3. kalau,menurut dari literatur yang sudah saya telaah.dan kalau di Tanya apa itu konsep kekuasaan?-pertama saya akan menjelaskan,apa itu konsep kekuasaan?,konsep kekuasaan selalu berkaitan dengan ilmu politik,tidak hanya kekuasaan saja tetapi meliputi Negara,control social,otoritas dll karna itu juga berkaitan dengan ilmu politik,dalam konsep ilmu politik,konsep kekuasaan memiliki hubungan erat/tidak dapat di pisahkan dari unsure Negara yang notabenenya adalah sebagai institusi politik,partai politik dan pemerintahan.kekuasaan biasanya berbentuk hubungan.hubungan dalam arti ada yang memerintah dan di perintah.di mana hakekat dari ilmu politik itu sendiri adalah kekuasaan,kekuasaan menurut Max Webber adalah kemampuan suatu kelompok atau individu untuk memaksakan kehendak/proferensinya pada yang lain.karena kekuasaan muncul dalam hampir setiap kelompok social dan institusi,maka politik pasti ada di mana-mana maka di perlukan sebuah wadah atau organisasi yang berfungsi sebagai berlangsungnya hubungan tersebut,tempat organisasi itulah yan g disebut Negara.negara sendiri merupakan integrasi dari kekuasaan politik,organisasi pokok dari kekuasaan politik serta Negara adalah alat dari mayarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia di dalam masysrakat.dan menertibkannya atau pada garis besarnya menurut Meriam Budiardjo,organisasi yang dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan menetapkan tujuan-tujuan,cara-cara, batas-batas,kebijakan dll di dalam kehidupan bersama.dan hal itu biasanya di rumuskan oleh organisasi politik yang menampung aspirasi-aspirasi dari anggota masyarakat yang sama dan suatu organisai tersebut berbentuk partai politik.
CONTOH
Ketika pesiden soeharto bisa menjabat presiden selam 32 tahun karena….kebanyakan para DPR&MPR mayoritas perwakilan dari golkar sehingga dapat di pertahankan kekuasaannya
BAB I
PENDIDIKAN BARAT
A. Zaman Kedatangan Bangsa Barat
Seorang sejarahwan berbangsa Inggris Furnivall dalam bukunya “ Educational progress in south east asia “ menuliskan keadaan pendidikan di Asia pada umumya dan Indonesia pada khususnya sebelum bangsa barat menjajakan kakinya dinegara itu, bahwa “ waktu orang Eropa yang mula-mula sampai ditimur jauh, didaerah khatulistiwa mereka dapati sejumlah sekolah dan orang yang pandai tulis-baca lebih banyak daripada yang ada di Eropa ketika itu”
Orang portugis merupakan salah satu bangsa barat yang pertama kali datang ke nusantara ini pada permulaan abad 16 dan pada akhir abad itu muncul pula bangsa Inggris dan belanda. Orang portugis pada mulanya datang ke Indonesia di dorong oleh semanagat hendak mengembangkan agama khatolik di samping mencari untung dengan jalan berdagang. Mereka didorong oleh rasa permusuhan dengan orang Islam dengan maksud untuk melemahkan kalau tidak menghancurkan perniagaan Islam dengan jalan mengembangkan agama khatolik. Agama dijadikan dasar utama untuk mendapat pengaruh dibidang ekonomi dan politik.
Syarat utama untuk memperluas pengaruh agama khatolik ialah mendirikan sekolah-sekolah. Karena itu sekolah guru yang pertama kali dibentuk di wilayah Indonesia kita dapati di daerah ternate yang didirikan oleh kaum pendeta portugis. Bukan hanya itu dipulau-pulau lain disekitar ternate didirikan sekolah-sekolah yang dibina oleh kaum gerejawan khatolik. Dengan jalan mengembangkan pendidikan berdasarkan agama khatolik itu bangsa portugis berusaha untuk dapat berpengaruh dibidang ekonomi dan politik.namun semua itu mengaami kegagalan karena kecerobohan dan keserakahan para penguasa mereka sendiri. Pada tahun 1574 mereka diusir dari ternate dan datanglah bangsa belanda yang uncoba melakukan apa yang elah dilakukan oleh bangsa portugis.
Jalan yang diambil oleh Belanda untuk manyebarkan pengaruhnya di muka bumi hampir sama yaitu dengan medirikan sekolah-sekolah pula. Sekolah-sekolah kompeni yang pertama kali kita dapati didaerah-daerah kepulauan rempah-rempah seperti ambon, Ternate, Bacan dan kemudian ke Batavia, pusat kekuatan ekonomi dan politik mereka. Jadi Belanda pun menenempengaruhnya di bidang ekonomi dan politik dengan mendirikan sekolah-sekolah.
Cara mengajar di sekoalh sekoalh itu tidak banyak berbeda dengan car yang dilakukan di langgar-langgar pada waktu di indonesia. Hanya isi pelajaran yang berbeda hnya isi pelajaran yang berbeda. Dasar sekolah-sekolah kompeni itu ialah ajaran agama Kristen protestan.
Revolusi prancis berpengaruh pula di Indonesia dibidang pendidikan. Deandels (1808-1811) membawa semangat revolusi itu ke Indonesia pendidikan yang berdasarkan agama Kristen di tinggalkan oleh Deandels. Dalam tahun 1808 ditugaskannya kepada par bupati di jawa untuk mendirikan sekolah-sekolah, yang memberikan pendidikan berdasarkan adat istiadat, undang-undang dan agama islam.
B. PENDIDIKAN PADA ZAMAN BELANDA ABAD KE-19
Tugas utama VOC hanyalah dalam usaha dagang, masalah pendidikan daerah luar pulau Jawa kurang mendapat perhatian mereka. Tercatat pada tahun 1779 murid-murid VOC di pantai barat pulau Sumatera hanya sebanyak 37 orang saja.1). Tiga puluh tujuh orang murid yang terdapat pada tahun 1779 di pantai Barat Sumatera menunjukkan kurangnya perhatian mereka terhadap bidang pendidikan, karena jauh sebelumnya mereka juga berkuasa di daerah ini. Selama satu abad berkuasa di daerah itu hanya mempunyai murid sebanyak 37 orang, merupakan suatu pekerjaan yang sebetulnya dihadapi tidak dengan sungguh-sungguh dan memang pokok perhatian VOC pada waktu itu hanya kepada perdagangan.
Perusahaan dagang Belanda yang bernama Verenigde Oosf lndische Compagnie (VOC), pada tanggal 1 Januari 1800 terpaksa dibubarkan oleh Pemerintah Belanda. Semenjak itu seluruh daerah Indonesia menjadi tanah jajahan Kerajaan Belanda yang diurus oleh suatu badan yang bernama Aziatische Road. Seluruh kekayaan perusahaan VOC dan seluruh hutang piutangnya jatuh ketangan Kerajaan Belanda yang pada saat itu masih berstatus sebagai Bataafsche Republik yang tunduk kepada Perancis 2). Pemerintahan Kerajaan Belanda mengirim Mr. Herman Daendels ke Indonesia sebagai Gubemur Jendral yang baru pada tahun 1808. Daendels yang terkenal cakap, berusaha mengatur pertahanan Indonesia dengan tangan besi. Tetapi bagaimanapun dia berusaha tidak dapat menahan serbuan Inggris yang pada saat itu merupakan suatu negara yang kuat di dunia. Pertahanan yang telah diatur Daendels dengan sudah dapat dipatahkan oleh Inggris, sehingga Inggris mulai tahun 1811 berkuasa selama lima tahun. Indonesia beralih menjadi jajahan Inggris, di bawah pengawasan Lord Minto, yaitu
Gubernur Jendral Inggris untuk jajahannya di Asia Selatan-Tenggara yang berkedudukan di Kalkuta. Raffles sebagai Wakil Gubernur Jendral Inggris dengan pangkat Letnan Jenderal yang berkedudukan di Batavia menjadi penguasa di Indonesia sampai tahun 1816.
Tetapi karena perkembangan politik di Eropa yang masih belum stabil, maka tanggal 12 Maret 1816 Indonesia diserahkan kembali kepada Belanda oleh John Fendall yang menggantikan Raffles.
Belanda berpendapat untuk memajukan pemerintahan, tenaga bumiputera yang diangkat menjadi kepala pemerintahan berdasarkan keturunan dan kharismasi seperti “Regent”, tidak dapat lagi dipertahankan dan harus segera diganti dengan tenaga yang cakap dan dididik khusus untuk itu. Oleh karena itu, Belanda merasa perlu untuk mendirikan lembaga pendidikan di Indonesia.
Tujuan mendirikan lembaga pendidikan oleh Belanda terutama bukan untuk kepentingan orang Indonesia, tetapi sesungguhnya adalah untuk kepentingan mereka, yaitu untuk mengisi jabatan rendah dalam pemerintahan dan untuk mengisi tenaga pada perusahaan swasta Belanda. Belanda mengeluarkan peraturan bahwa yang akan diangkat menjadi pegawai pemerintah maupun kepala daerah setempat harus memenuhi syarat pendidikan menurut ukuran Barat.Untuk perusahaan yang bergerak di bidang pertanian (onderneming), pertambangan, dan pabrik diperlukan tenaga terdidik yang cakap tetapi murah. Dengan demikian lembaga pendidikan yang pertama-tama didirikan untuk orang Indonesia adalah lembaga pendidikan rendah.
Hal tersebut sesuai dengan landasan idial pendidikan pada zaman Hindia Belanda yang dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pemerintah berusaha untuk tidak memihak kepada salah satu agama tertentu.
2. Pendidikan tidak diusahakan untuk dapat hidup selaras dengan lingkungan, tetapi supaya anak didik di kelak kemudian hari dapat mencari penghidupan atau pekerjaan demi untuk kepentingan pemerintah.
3. Sistem persekolahan disusun menurut perbedaan lapisan sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia, khususnya di pulau Jawa.
4. Pada umumnya pendidikan diarahkan untuk membentuk suatu golongan elite sosial agar dapat dipakai sebagai alat bagi kepentingan atau keperluan supremasi politik dan ekonomi Belanda di Indonesia.
Berdasarkan tujuan itu mereka mendirikan lembaga pendidikan, yang dapat diterima di sekolah adalah anak golongan tertentu saja, misalnya pemimpin masyarakai atau tokoh terkenal yang disenangi Belanda. Yang dapat diterima di sekolah Belanda adalah anak dari orang yang diharapkan Belanda mau bekerja sama untuk kepentingan Belanda. Keadaan itu mendorong timbulnya sekolah swasta yang didirikan orang yang kurang menyukai Belanda itu, seperti golongan Islam. Mereka membuka sekolah swasta sebagai reaksi terhadap tindakan Belanda di bidang persekolahan.
Selama sebelas tahun dari pembukaannya bahasa Belanda belum diajarkan, karena murid yang diterima pada mulanya anak yang belum kenal bahasa Belanda. Pada tahun 1865, bahasa Belanda mulai diajarkan, murid sekolah tersebut bertambah bangga, karena mereka sudah pandai mempergunakan bahasa asing. Derajat mereka di tengah masyarakat bertambah tinggi. Pada tahun 1871, bahasa Belanda sudah merupakan bahasa wajib yang harus dipelajari oleh semua murid dan harus lulus dengan baik, tamatan Sekolah-sekolah harus pandai berbahasa Belanda dengan lancar. Semenjak itu ukuran kepandaian murid adalah kecakapan mereka dalam mempergunakan bahasa Belanda sehari-hari. Selanjutnya empat belas tahun kemudian bahasa Belanda dijadikan bahasa pengantar di Sekolah.
Sewaktu bahasa Belanda sudah merupakan bahasa Wajib di Sekolah, sekolah lain yang lebih rendah tingkatannya sudah banyak didirikan oleh Belanda seperti sekolah : Valksschool, Vervolgschool, Sekolah Kelas Satu, dan beberapa sekolah kejuruan Indonesia.
Akibat sampingan dari dibukanya sekolah oleh Belanda adalah munculnya golongan terpelajar dengan hati dan mata yang telah terbuka melihat kepincangan yang dijalankan pemerintah Hindia Belanda selama ini di Indonesia. Mereka dapat melihat kemelaratan masyarakat pada umumnya dan menumbuhkan cara berfikir yang kritis. Timbul daya kritik yang tajam terhadap pemerintah Belanda mengenai adanya kemiskinan dan kesengsaraan hidup masyarakat yang oleh Belanda selama ini didiamkan saja. Daya kritis itu mereka lontarkan pada bangsa asing yang sedang berkuasa.
Dari mereka yang berfikiran maju itu lahir pejuang kemerdekaan Indonesia yang rela berkorban untuk kepentingan kemerdekaan. Mereka inilah yang akan menjadi pelopor mendobrak kekuasaan Belanda dari Indonesia. Pada waktu itu mereka hanya dapat berdiam diri saja, karena jumlah mereka belum banyak dan tidak semua tamatan Sekolah yang berfikiran maju demikian. Banyak juga di antaranya yang betul-betul bekerja dengan Belanda dan tidak mau ikut dengan perjuangan bangsanya.
Tujuan Belanda pada mulanya mendirikan sekolah hanyalah untuk memantapkan administrasi pemerintahan yang memerlukan tenaga terdidik. Namun, semakin cerdasnya bangsa indonesia kita menjadis adar bahwa bangsa kita hanya dimanfaatkan hanya untuk menguatkan pengaruh bangsa belanda di indonesia. Pada saat itu mereka terpaksa diam saja, karena mereka belum merupakan golongan yang kuat yang dapat meruntuhkan kekuasaan Belanda yang telah tertanam kuat. Pada lahirnya mereka merupakan petugas pemerintah Belanda, tetapi pada batinnya mereka merupakan embrio kekuatan baru yang pada saatnya muncul menjadi pelopor dalam perjuangan. Pada akhir abad ke-19 sudah terlihat munculnya embrio pelopor kemerdekaan yang berasal dari anak asuhan.
BAB II
PENDIDIKAN ABAD KE-20
A. PENDIDIKAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Politik pendidikan etis
Semenjak permulaan abad kedua puluh di seluruh permukaan bumi terdapat perkembangan dan pembaharuan,khususnya di bidang politik,ekonomi,dan idiil,demikian pula di indonesia.dengan demikan mereka membutuhkan pekerja-pekerja yang terdidik dan ahli.selain itu penduduk bumiputera itu sendiri mulai bangkit dan menyadarinya namun, secara menyeluruh bagi rakyat pada umumnya tidak dapat dirasakan adanya perbaikan-perbaikan sosial. Dikalangan orang belanda timbul aliran untuk memberi kepada penduduk asli bagian dari keuntungan yang diperoleh orang eropa ( belanda), selama mereka menguasai indonesia aliran ini mempunyai pendapat bahwa kepada orang-orang bumiputera harus diperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan barat yang telah belanda bangsa yang besar aliran atau paham ini dikenal dengan politik etis ( Etische politiek ). gagasan itu dicetuskan oleh Van deventer pada tahun 1899. politik etis ini diarahkan untuk kepentingan penduduk bumi putera dengan cara memajukan penduduk asli secepat-cepatnya melalui pendidikan secara barat.
Berkaitan dengan arah etis yang menjadi landasan dari langkah-langkah dalam pendidikan hindia belanda maka pemerintah mendasarkan kebijaksanaannya pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut:
1. pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan penduduk bumi putera.
2. pemberian pendidikan rendah bagi golonan bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Atas dasar itu maka corak dan system pendidikan di hindia belanda pad abad 20 ditempuh melalui dua jalur disatu pihak diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan akan unsure-unsur dari lapisan atas serta tenaga terdidik bermutu tinggi bagi kebutuhan ekonomi dan industri dan dilain pihak terpenuhi tenaga menegah dan rendah yang berpendidikan.
A. PENDIDIKAN PERGERAKAN NASIONAL
1. Motivasi
a. Motivasi Nasional
Pendirian sekolah menimbulkan golongan baru di dalam masyarakat, yaitu “Golongan Intelektual Barat”, yang merupakan orang cerdik pandai. Kebanyakan mereka bekerja pada pemerintahan Belanda dan mendapat beberapa fasilitas. Pada dasarnya mereka tidak memperoleh perlakuan yang wajar dari pemerintah Hindia Belanda. Mereka adalah aparat bagi Belanda dalam memantapkan pemerintahan dan memperkuat kedudukannya. Di antara golongan Intelektual Barat itu ada yang sungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan Belanda dan hidup menurut cara orang Belanda.
Sementara itu ada golongan yang tidak bersedia bekerja sama dengan Belanda dan menentang kekuasaan Belanda dan orang Barat. Tetapi sebaliknya mereka mengangungkan adat kebiasaan dan kebudayaan Timur. Dari golongan inilah muncul tokoh pergerakan nasional Indonesia, yang memperjuangkan kemerdekaan. Mereka tidak puas melihat sistem pendidikan yang diselenggarakan pemerintah Belanda, walaupun telah diselenggarakan pendidikan untuk rakyat. Mereka mengharapkan pendidikan yang lebih sesuai dengan keadaan dan kebutuhan rakyat. Pendidikan Barat belum tentu sesuai bagi rakyat Indonesia. Apa yang datang dari Barat itu tidak selamanya selaras dengan kehidupan rakyat. Sebaiknya pendidikan yang diberikan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Pendidikan yang mereka dambakan itu lebih terasa lagi kebutuhannya setelah melihat usaha yang dilakukan beberapa pemimpin di Jawa yang mendirikan sekolah swasta sebagai reaksi terhadap ketidak cocokan unsur pendidikan Barat yang dilaksanakan di Indonesia. Keinginan itu tidak mungkin tercapai kalau sekiranya bangsa Belanda masih berkuasa karena itu, cara memperoleh pendidikan yang baik harus menyingkirkan bangsa Belanda dari Indonesia. Karena pada waktu itu kekuasaan Belanda masih kuat. maka usaha pertama mereka adalah menyusun kekuatan dari orang yang sehaluan dengan tujuan terakhir kemerdekaan Indonesia. Sementara itu mereka juga berusaha agar rakyat mendapat pendidikan dengan sebanyak-banyaknya.
Keinginan yang demikian melahirkan pendidikan Nasional yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan bangsa Indonesia. Golongan ini memperjuangkan nasib untuk mendapat kehidupan yang layak seperti bangsa lain.
b. Motivasi Keagamaan
Semenjak Tuanku Imam Bonjol ditangkap dan dibuang ke luar Sumatera Barat oleh pemerintah Belanda, maka rakyat kehilangan seorang pemimpin yang mereka hormati dan cintai, lebih-lebih sebagai pemimpin agama. Namun demikian menjelang akhir abad ke-19 orang Sumatera Barat telah diizinkan menunaikan ibadah haji ke Mekah.
Pada wktu itu di Mekah ada seorang Sumatera Barat yang telah lama bermukim di sana dan menjadi salah seorang guru besar di bidang agama Islam, yang bernama Syekh Akhmad Khatib. Beliau selalu memberi petunjuk kepada orang Sumatera Barat yang menunaikan Rukun Islam Kelima itu ke Mekah tentang peraturan agama Islam dan pendidikan Islam. Banyak pemuda Sumatera Barat yang naik Haji pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang menjadi murid Syekh Akhmad Khatib di Mekah. Di samping menunaikan rukun Haji mereka juga bermukim di sana selama beberapa tahun sambil menuntut ilmu pengetahuan tentang Islam secara lebih mendalam. Setelah mereka pulang ke Sumatera Barat, mereka melihat pendidikan Islam berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Syekh Akhmad Khatib. Pendidikan Islam dengan sistem halaqah tidak akan mendatangkan kemajuan kepada umat Islam Sumatera Barat. Oleh karena itu, timbul niat mereka untuk mengadakan perbaikan dan pembaharuan di bidang pendidikan Islam Sumatera Barat.
Di antara mereka yang pulang dari Mekah yang menonjol antara lain adalah Syekh Haji Abdullah Ahmad, Syekh H. Abdul Karim Amarullah, Syekh Muhammad Jamil Jambek, Syekh lbrahim Musa Parabek, dan Syekh Daud Rasyidi. Mereka merupakan pembaharuan dalam Pendidikan Islam di Sumatera Barat. Walaupun cara mereka ada yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu mengenai pembaharuan pendidikan dari sistem halaqah atau sistem surau ke sistem sekolah dengan tetap berdasarkan pada agama Islam sebagai pokok pendidikan. Dari pembaharuan yang dimulai pada awal abad ke-20 itu lahir pendidikan Islam yang bercorak nasional, seperti Sumatera Thawalib, Sekolah Diniah, Sekolah Adabiah, dan sekolah yang dibina oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Perti dan Permi.
Pada zaman itu orang nusantara yang sebahagian besar menganut agama Islam masih menjalankan praktek yang sebetulnya dilarang oleh agama Islam. Apabila keadaan yang demikian tetap dibiarkan, maka umat Islam tetap tertinggal dari perkembangan zaman. Bagi para pembaharuan perkembangan Agama Islam dengan pergerakan kemerdekaan, merupakan perpaduan yang menimbulkan semangat melaksanakan pembaharuan di bidang pendidikan Islam. Mereka melihat hasil pendidikan Barat yang diberikan pemerintah Hindia Belanda tidak begitu mendatangkan manfaat, hasil pendidikan itu telah menghilangkan moral ke-Timuran. Keadaan itu jika dibiarkan berlangsung terus akan membahayakan kehidupan orang yang menganut agama Islam. Oleh karena itu, mereka berusaha mengimbangi dengan mengadakan pembaharuan pendidikan Islam. Pendidikan Islam tersedia untuk semua orang, baik mereka yang tergolong berpangkat, pegawai Belanda, maupun berasal dari orang kebanyakan. Supaya dapat dengan segera memberikan pendidikan menurut cara Barat, mereka memberikan kemudahan dalam memasuki sekolah Islam tersebut seperti yang dilakukan oleh Muhammadiah. Dengan demikian sekolah yang bercorak Islam dengan cepat dapat berkembang ke seluruh daerah sampai ke daerah yang terpencil sekalipun. ltulah sebabnya perkumpulan politik Islam yang mengasuh sekolah mendapat sambutan dari rakyat.
Usaha dari tokoh pembaharu pendidikan Islam itu mendapat dukungan dan sambutan dari masyarakat, karena sudah lama mereka nantikan.
Pada mulanya pemerintah Belanda tidak menaruh kecurigaan kepada usaha ini, karena kelihatannya hanya bergerak di bidang pendidikan. Kemudian setelah mereka mengikuti kegiatan politiknya, barulah langkah mereka itu dihalang-halangi oleh pemerintah Belanda.
Pendidikan Pergerakan nasional dimulai dengan lembaga pendidikan Islam yang dipelopori oleh Syekh-Syekh Islam, yaitu ulama Islam yang telah membawa faham baru dari Mekah dan Mesir. Sedangkan lembaga pendidikan pergerakan nasional yang bukan bercorak Islam kemudian bermunculan.
2. Kelembagaan
a. Sekolah Adabiah
Pendidikan Islam sebelum tahun 1909 dilaksanakan dengan sistem surau tanpa diadakan pembahagian kelas yang terpisah serta belum mempergunakan meja, kursi, papan tulis, kapur, dan lain-lain seperti yang dipergunakan dalam semester sekolah. Murid duduk bersila di sekitar atau di hadapan guru, semua murid terdiri dari laki-laki saja dan belum ada murid perempuan.
Mulai tahun 1909 keadaan tersebut mengalami perubahan dengan didirikannya Sekolah Adabiah (Adabiah School) Sekolah Adabiah betul-betul telah mengganti sistem pendidikan Islam yang bukan lagi diartikan berusaha mengetahui segala ajaran agama Islam dengan sedalam-dalamnya tanpa memperhatikan tingkat kecerdasan, umur, dan lingkungan muridnya. Pendidikan itu sudah diartikan sebagai pendidikan umum terhadap murid untuk melatih cara berpikir logis dan kritis guna menghadapi keadaan sekitarnya atau lingkungan penghidupannya.
Untuk mencapai tujuan itu Sekolah Adabiah juga memberikan pengetahuan umum seperti menulis, membaca, berhitung, ilmu bumi, dan bahasa, di samping pengetahun tentang agama Islam. Tujuan pelajaran bukan lagi untuk memompakan pengetahuan Islam sebanyak-banyaknya, melainkan diarahkan untuk melatih kecerdasan murid. Murid yang diterima juga dipilih dari anak umur sekolah dasar antara 7 – 8 tahun, dan orang dewasa tidak lagi diterima seperti pada pendidikan surau.
Materi pelajaran yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kecerdasan murid, dimulai dengan pelajaran yang mudah terus dilanjutkan secara berangsur sampai selesai tingkat pengetahuan dasar. Cara penyajian juga sudah disusun sedemikian sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Murid dikelompokkan menurut kelas masing-masing dengan usia anak yang hampir sama. Pada Sekolah Adabiah sudah terdapat pembahagian kelas, seperti kelas I, II, III, dan seterusnya. Murid yang baru diterima ditempatkan pada kelas satu dan tahun berikutnya apabila sudah dapat memahami pelajaran dinaikkan ke kelas dua dan begitu seterusnya sampai kelas terakhir.
Pengaturan duduk murid dalam kelas juga berbeda dengan cara duduk sistem surau di mana murid menduduki bangku (kursi dan meja) yang sudah diatur menghadap kesatu arah. Di hadapan murid terdapat meja dan kursi guru serta papan tulis sebagai alat bantu pengajaran. Murid dalam satu kelas langsung dapat mendengarkan pelajaran yang diberikan guru, sedangkan murid disuruh menyimak. Tidak lagi seperti sistem surau di mana murid diberi pelajaran satu persatu, kelas tidak lagi ribut, karena murid-murid tidak diperkenankan berbicara selama pelajaran berlangsung.
Pelajaran juga telah diatur dalam suatu jadwal tertentu dan teratur. Satu hari hanya belajar kira-kira 5 jam yang diselingi oleh beberapa kali waktu istirahat. Di dalam waktu yang 5 jam itu dibagi lagi dalam tiga bahagian dan masing-masing bahagian diselingi oleh waktu istirahat secukupnya. Ke dalam bahagian itu dimasukkan 3 atau 4 mata pelajaran yang akan diberikan untuk satu hari. Jadwal pelajaran disusun perminggu, artinya dalam satu minggu semua jenis materi pelajaran harus diberikan dan minggu depan kembali lagi seperti minggu sebelumnya dengan materi pelajaran lanjutan minggu sebelumnya. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Untuk menentukan seorang murid naik atau tinggal kelas diadakan ujian atau ulangan terhadap materi pelajaran yang telah diberikan. Prestasi seorang murid dinyatakan dalam bentuk angka 0 sampai 10. Nilai 10 menyatakan prestasi murid terbaik, sebaliknya nilai 0 menyatakan prestasi yang paling buruk yang dicapai oleh seorang murid.
Dalam menentukan kemampuan seorang murid berbeda dengan sistem surau, pada madrasah kemampuan murid diukur hanya penguasaan bahan pelajaran selama satu tahun saja sedangkan pada tahun terakhir dari pendidikannya diadakan ujian umum. Pengukuran kemampuan murid dilakukan secara bertahap tidak sekaligus seperti pada sistem surau. Penyelengaraan Sekolah Adabiah betul-betul sudah merupakan perkembangan baru dalam pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam.
Jika diperhatikan situasi dan kondisi politik pemerintah Belanda di Indonesia pada waktu itu, khususnya dalam politik persekolahan, maka pendirian Sekolah Adabiah tidak bertentangan dengan politik pendidikan pemerintah Hindia Belanda. Mulai pertengahan abad ke-19 sampai abad ke-20 pemerintah Hindia Belanda banyak melakukan perubahan atau perbaikan terhadap politik sebelumnya dalam bidang pemerintahan dan pendidikan. Khusus di bidang pendidikan banyak lembaga pendidikan didirikan seperti Sekolah Desa, Sekolah Kelas Dua, Sekolah Kelas Satu, Volkschool, Vervoigschool, HIS, MULO, AMS, HBS, Stovia, THS, RHS, dan lain-lain. Di Sumatera Barat hanya didirikan sekolah sampai tingkat AMS dan HBS saja, yaitu sampai tingkat sekolah menengah atas, yang paling banyak adalah Sekolah Kelas Dua.
Walaupun jumlah sekolah makin bertambah, rakyat hampir tidak mempunyai arti untuk masuk sekolah itu sulit bagi rakyat biasa. Sekolah itu bertujuan untuk mendapatkan tenaga terlatih yang murah untuk mengerjakan kepentingan Belanda. Murid yang dapat diterima pada sekolah tersebut terbatas jumlahnya.
b. Madras School
Berbeda dengan Sekolah Adabiah, Madras School hanya membuka satu kelas saja yaitu kelas yang telah tinggi tingkatannya untuk membaca dan mempelajari kitab-kitab yang besar/tebal saja seperti tingkat tinggi pada Pengajian Kitab pada masa peralihan sebelumnya, tetapi dengan memakai sistem madrasah.
Murid yang satu kelas pada Madras School diajak berdiskusi tentang mata pelajaran yang diajarkan. Kitab-kitab besar yang dimaksud adalah buku-buku yang tebal yang belum dipelajari pada tingkatan sebelumnya. Selama satu tahun itu mereka disuruh berdebat tentang isi buku tersebut sampai mereka mengerti dan memahaminya dengan baik. Kepada mereka tidak dipompakan lagi pengetahuan tentang Islam, tetapi mereka sendiri yang mencarinya dengan berdiskusi di bawah bimbingan guru. Tamatan Madras School menjadi ulama yang luas pandangannya tentang Islam dan kehidupan manusia.
Calon murid Madras School diterima dari tamatan pendidikan surau atau dari ulama yang ingin memperdalam ilmunya. Semua murid sudah merupakan orang yang berpengalaman di lapangan, baik sebagai guru maupun sebagai mubalig. Mereka masuk Madras School hanya untuk memperkuat ilmu yang telah mereka miliki. Walaupun hanya satu tahun lama pendidikannya, tetapi hasilnya mereka peroleh sangat banyak.
c. Madrasah Diniah
Pada tahun 1915 Zainuddin Labai AI-Yunusi mendirikan Madrasah Diniah di Padang Panjang dengan nama pada waktu itu “Diniah School” 3)
Menurut HMD Datuk Palimo Kayo alasan pendirian Madrasah Diniah adalah sebagai berikut:
“Dengan hasil pemikiran yang mendalam, pada tanggal 15 Oktober 1915, tuan Zainuddin Labai EI-Yunusi meresmikan pendirian sebuah sekolah Islam yang bani dengan metode yang baru bersama Diniah School atau Madrasatuddiniyah. Selain dari mengajarkan pelajaran agama sebagaimana biasa, juga mengajarkan pelajaran yang biasa disebut vak umum, seperti menulis, membaca, berhitung, Ilmu Falak, Ilmu Bumi, Ilmu Alam, Ilmu Kesehatan, Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Ilmu Pendidikan. Sesungguhnya hebat dan mengagumkan. Itulah perguruan Islam yang termodern dewasa itu, dengan bangku, meja, dan kelas-kelas yang teratur, walaupun dengan cara yang sederhana.4)
Sekolah Diniah merupakan sekolah Islam yang memasukkan mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya seperti yang dilakukan pada sekolah Belanda. Namun antara Sekolah Adabiah dengan Sekolah Diniah terdapat perbedaan. Sekolah Adabiah merupakan pelopor pembaharuan pendidikan Islam dengan sistem sekolah, sedangkan Sekolah Diniah melakukan pembaharuan pendidikan agama dengan menambahkan mata pelajaran umum kepada mata pelajaran agama yang telah ada. Dengan demikian mata pelajaran pada Sekolah Diniah lebih banyak dari Sekolah Adabiah dan dari sekolah agama lain maupun dari sekolah pemerintah Hindia Belanda.
Pada umumnya Sekolah Diniah terdiri dari 7 kelas, yaitu kelas satu sampai dengan kelas tujuh. Tetapi di desa-desa yang tidak mempunyai guru yang cukup, maka kelas Sekolah Diniah hanya sampai kelas empat atau kelas lima saja, sedangkan untuk melanjutkan mereka harus pergi ke Sekolah Diniah yang mempunyai kelas yang cukup sampai kelas tujuh.
d. Arabiah School
Pada tahun 1918 Syekh Abbas Ladang Lawas Bukittinggi mendirikan pula sebuah madrasah dengan nama “Arabiah School” di Ladang Lawas, Bukittinggi. Ruang pendidikannya sudah mempunyai kelas yang terdiri dari tiga lokal berdinding bambu atap rumbia, tetapi sudah mempunyai bangku, meja, papan tulis, dan kapur.5)
Arabiah School adalah gagasan dari Syekh Abbas Ladang Lawas yang kemudian menjadi pendorong berdirinya Persatuan Tarbiah Islamiah (PERTI) yang mengusahakan beberapa sekolah.
Kurikulum atau mata pelajaran yang diberikan pada setiap sekolah Islam, walaupun namanya sama, tetapi pelajarannya berbeda. Materi pelajaran agama Islam Sekolah Arabiah tidak sama dengan materi pelajaran Sekolah Diniah walaupun tingkat dan kelasnya sama, apalagi dengan Madras School. Antara sekolah Diniah sendiripun tidak ada yang sama materi pelajarannya, misalnya mata pelajaran Sekolah Diniah di Padang Panjang tidak sama mata pelajarannya dengan Sekolah Diniah yang di Bukittinggi. Penetapan mata pelajaran atau kurikulum yang akan dipakai pada masing-masing sekolah itu sangat tergantung pada sesepuh yang mendirikan sekolah itu. Keadaan itu sangat jauh berbeda dengan sekolah yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda yang sama mata pelajaran yang diberikan untuk tingkat yang sama di manapun sekolah itu terdapat.
Di samping itu Sekolah Arabiah sudah memberikan mata pelajaran umum dalam porsi yang lebih banyak, walaupun pendidikan agama Islam merupakan mata pelajaran utama, tetapi Madras School dan Sekolah Diniah seluruh mata pelajarannya masih berpangkal dari agama Islam yang ditambahkan denganmata pelajaran umum.
E. Muhammadiyah
salah satu tujuan Muhammadiyah adalah untuk memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Islam, seperti tercantum dalam Anggaran Dasarnya pasal I, ayat 1 6), maka mereka giat bergerak di bidang pendidikan Islam. Seluruh sekolah Muhammadiyah sudah berbentuk madrasah, bahkan ada yang sama dengan sekolah pemerintah Hindia Belanda. Dalam mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama Islam, Muhammadiyah memajukan dan memperbaharui pendidikan, pengajaran dan kebudayaan serta memperluas ilmu pengetahuan menurut tuntutan agama Islam.
Melalui Majelis Tablig Muhammadiyah berusaha menyadarkan rakyat akan pentingnya pendidikan untuk memperbaiki nasib dan kehidupan manusia sekarang dan di hari depan. Masalah pendidikan bukanlah perorangan, melainkan merupakan masalah bersama umat manusia. Muhammadiyah siap memberikan pembinaan bimbingan dan pengarahan yang dibutuhkan.
Sekolah Muhammadiyah, yang didirikan sampai pecah Perang Dunia II sebagai berikut:
1) Sekolah Agama Islam
Jenis sekolah ini terdiri dari dua macam, yaitu lbtidaiyah dan Tsanawiyah, titik berat pelajaran adalah tentang agama Islam, mata pelajaran umum hanya sebagai tambahan. Namun demikian sudah hampir seluruh sekolah lbtidaiyah dan Tsanawiyah memasukkan mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya. lbtidaiyah hampir terdapat di semua nagari di Sumatera Barat karena pada waktu itu jumlah lbtidaiyah seluruhnya adalah 300 buah.
2) Sekolah Umum
Sekolah umum yang didirikan Muhammadiyah terdiri dari Sekolah Desa, Sekolah Sambungan, Sekolah Schakel, dan HIS Muhammadiyah. Perbedaan sekolah umum Muhammadiyah dengan sekolah umum yang didirikan pemerintah Hindia Belanda di Sumatera Barat adalah bahwa pada sekolah Muhammadiyah diberikan 20 % pelajaran agama Islam sedangkan pada sekolah Belanda mata pelajaran agama hanya merupakan sebuah mata pelajaran saja. Di samping itu sekolah Muhammadiyah berstatus swasta.
Pada umumnya pembukaan sekolah umum Muhammadiyah memberikan kesempatan yang lebih luas kepada rakyat untuk mendapatkan pendidikan umum sebagai reaksi terhadap sistem persekolahan Belanda yang sangat membatasi penerimaan murid. Untuk masuk sekolah pemerintah Hindia Belanda bagi rakyat biasa sukar sekali, akibatnya banyak anak desa yang tidak bersekolah. Hal itulah yang ditembus oleh Muhammadiyah dengan mendirikan sekolah, karena banyak anak tinggal di desa, maka sekolah Muhammadiyah lebih banyak didirikan di desa dengan nama Sekolah Desa dan Sekolah Sambungan. Murid yang dapat diterima dari segala lapisan. Kenyataannya yang masuk sekolah tersebut adalah anak petani, saudagar, dan anak rakyat biasa yang beragama Islam. Anak pegawai pemerintah Hindia Belanda, anak orang yang bekerja dengan Belanda lebih suka masuk ke sekolah yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda. HIS Muhammadiyah juga dimasuki oleh anak rakyat biasa, sekolah tersebut juga dinamakan “HIS met de Quran”, yaitu HIS yang mempergunakan AI-Quran yang menunjukkan perbedaan dengan HIS pemerintah. Sebelum Jepang masuk ke Sumatera Barat HIS Muhammadiyah.
3) Sekolah Guru
Karena pesatnya perkembangan sekolah yang diasuh Muhammadiyah akhirnya mereka kekurangan tenaga guru. Pada Mulanya masalah ini tidak merupakan persoalan bagi Muhammadiyah, karena pengurus ranting dan cabang setempat dapat menjadi guru. Tetapi kemudian sesudah sekolah bertambah banyak, maka tenaga guru makin berkurang.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru Muhammadiyah mendirikan sekolah guru, untuk guru Sekolah Desa dan Sekolah Menengah. Sekolah guru itu terdiri dari bermacam-macam pula, yaitu:
a) Sekolah Guru Muhammadiyah (SGM).
SGM didirikan pada tahun 1953 di Padang dengan lama pendidikannya 4 tahun. Pada mulanya SGM bernama Normaal School Muhammadiyah tetapi karena ada larangan dari pemerintah Belanda bahwa sekolah swasta tidak boleh memakai nama sekolah pemerintah, akhirnya nama Normaal School Muhammadiyah ditukar dengan nama Sekolah Guru Muhammadiyah (SGM). Murid SGM berasal dari Sekolah Skakel dan HIS Muhammadiyah. Sampai tahun 1942 SGM telah dapat menghasilkan tenaga guru, sebanyak 105 orang. 7) Dengan hasil tersebut secara berangsur-angsur dapat diisi kekurangan tenaga guru pada sekolah yang berada di bawah asuhan Muhammadiyah
b) Kulliatul Muballigin
Tujuan sekolah ini untuk mencetak mubalig Islam yang akan disebar ke daerah. Tetapi pada tahun berikutnya Sekolah Tablig mengalami hambatan, karena Hamka ditugaskan Muhammadiyah ke Sulawesi Selatan. Tetapi karena desakan dari para tamatan Sekolah Thawalib, Diniah, dan lain-lain maka akhirnya Sekolah Tablig disempurnakan kembali dengan. tujuan menghasilkan mubalig dan guru serta kader pimpinan Muhammadiyah untuk daerah dan menjadi wadah yang menampung tamatan sekolah Thawalib, Diniah, dan lain-lain yang makin lama jumlahnya makin bertambah banyak.
Sebelumnya pengurus ranting atau cabang Muhammadiyah diambil dari pemuka agama setempat yang ditugaskan di sekolah Muhammadiyah. Setelah banyak tamatan Kulliatul Muballigin yang bertugas sebagai guru, kepada mereka diminta untuk memimpin ranting atau cabang Muhammadiyah setempat. Hasil pendidikan Islam makin lama makin meningkat, hasil pendidikan Muhammadiyah, secara tak langsung juga dapat dinikmati oleh rakyat umum, karena .Muhammadiyah bergerak di bidang sosial.
Tujuan pendirian Kulliatul Muballigin antara lain adalah membentuk mubalig yang sanggup melaksanakan dakwah dan menjadi khatib Jumat, menghasilkan guru sekolah menengah tingkat Tsanawiyah dan membentuk kader pemimpin Muhammadiyah dan pemimpin masyarakat pada umumnya.
Melihat pada tujuan tersebut Muhammadiyah telah mempersiapkan tenaga yang selalu berdiri di garis depan, seperti guru atau pimpinan sekolah, imam, dan pemimpin masyarakat. Untuk menjadi guru mereka praktek pada sekolah lbtidaiyah Muhammadiyah, untuk menjadi imam mereka praktek di Surau Muhammadiyah, untuk menjadi pimpinan masyarakat mereka praktek pada gerakan pemuda Muhammadiyah yang bernama Hisbul Wathan (Kepanduan Muhammadiyah). Setiap murid Kulliatul Muballigin harus melalui latihan atau praktek tersebut. Untuk latihan atau praktek dipergunakan waktu sore hari untuk kepanduan, malam hari untuk tablig, pagi hari untuk praktek di sekolah.
c) Kweek School lstri (KSI)
Putri-putri tamatan Tasnawiyah Putri, Diniyah Putri, Sekolah Desa, Sekolah Sambungan, HIS Muhammadiyah, dan lain-lain bahagian putri tidak mau ketinggalan dari Putra. Mereka mendatangi pimpinan Muhaminadiyah untuk minta didirikan sebuah sekolah guru putri tingkat menengah untuk menampung mereka melanjutkan sekolah.
Bagi Muhammadiyah permintaan banyak datang dari ranting dan cabang untuk membuka sekolah menengah khusus untuk putri dan meminta tenaga guru putri, baik untuk mata pelajaran agama maupun mata pelajaran umum. Muhammadiyah tidak sanggup memenuhi seluruh permintaan tersebut.
Aisyiah sebagai salah satu anak organisasi Muhammadiyah, bagian putri menanggapi permintaan tersebut secara positif. Berkat ketekunan para pengasuh Aisyiah dan melalui berbagai halangan, akhirnya tahun 1937 dapat didirikan Kweeksschool.
Berdasarkan permintaan yang masuk, maka dibuka dua bahagian, yaitu:
Kweek school A khusus mendidik guru mata pelajaran agama Islam, lama belajar 3 tahun. Murid yang diterima adalah tamatan Tsanawiyah putri, Diniyah Putri, dan Sekolah Thawalib. Sedangkan Kweekschool B khusus mendidik guru mata pelajaran umum. Murid yang di terima adalah tamatan Sekolah Desa, Sekolah Sambungan dan HIS Muhammadiyah. Di samping itu dapat juga diterima murid yang berasal dari sekolah Gubernemen Belanda. Semua anak yang telah memenuhi Syarat tanpa melihat asal usul dapat diterima. Hanya saja yang didahulukan adalah sekolah yang langsung diasuh Muhammadiyah sendiri.
F. Taman Siswa
Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta dengan nama “National Onderwijs Institut Taman Siswa”8) Tingkat pendidikan yang pertama didirikan adalah Taman Indrya (Taman Kanak-kanaknya Taman Siswa)9).
Taman Siswa lahir sebagai perlawanan (reaksi) terhadap Pendidikan Kolonial Belanda10) yang dilaksanakan pemerintah Hindia Belanda waktu itu di Indonesia.
Taman Siswa menamai cita-cita pendidikannya dengan Pancadharma atau Lima Kewajiban, yaitu Dasar Kodrat Alam, Dasar Kemerdekaan, Dasar Kebudayaan, Dasar Kebangsaan, dan Dasar Kemanusiaan 11)
Ketika Pemerintah Hindia Belanda mulai menjalankan Ordonansi Sekolah Liar pada tahun 1932, Taman Siswa mendapat dukungan partai politik dalam menentang Ordonansi tersebut, sehingga perhatian rakyat terhadap Taman Siswa bertambah besar. Mulai semenjak itu sayap Taman Siswa mulai menjalar ke daerah-daerah. Permintaan untuk mendirikan Taman Siswa makin bertambah banyak.
Perkembangan Taman Siswa sampai tahun 1980 sebagai berikut:
Jumlah murid : 2642 orang, Jumlah Pamong : 38 orang tenaga tetap 94 orang tenaga tidak tetap, Jumlah lokal : 48 buah Jenis Sekolah : sebuah Taman Muda (SD) sebuah Taman Dewasa (SMP) sebuah Taman Madya (SMA) sebuah Taman Karya Madya (STM)
G. Training College
Tujuan pendidikan Training College antara lain adalah untuk membentuk kader pemimpin masyarakat yang berpengetahuan tingkat tinggi guna segera diterjunkan ke tengah masyarakat sehubungan dengan makin meningkatnya Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
Para pendiri Training College melihat bahwa kebanyakan anggota masyarakat tidak mengetahui situasi dan kondisi masyarakat Indonesia pada waktu itu. Apabila keadaan ini dibiarkan terus tidak menunjang perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan. Oleh karena itu rakyat harus dibimbing ke arah yang benar dan disadarkan akan adanya penjajahan Belanda. Untuk mencapai tujuan tersebut harus dipersiapkan pemimpin yang cakap dan Training College merupakan wadah yang tepat untuk menggodok calon pemimpin masyarakat tersebut.
Dengan tujuan yang demikian Training College bukan saja memberikan ilmu pengetahuan yang tinggi kepada muridnya, tetapi juga mendidik para pejuang kemerdekaan yang akan memimpin masyarakat sekitarnya menghadapi penjajahan Belanda. Pendirian Training College ini mendapat sokongan dari masyarakat dan tokoh politik pada waktu itu.
1. Sumarsono Mestoko dkk., Pendidikan di Indonesia dari Zaman ke Zaman, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Jakarta, hal. 43.
2. Prof. Dr. R. Supomo, Sejarah Politik Hukum Adat, Jilid I, Percetakan Jembatan, Jakarta, 1954, ha. 39-40.
3. Mahmud Yunus, op. cit., hal. 58.
4. MHD Datuk Palimo Kayo, Pidato peringatan Ulang Tahun ke-55 Thawalib Padang Panjang tanggal 11-9-1966, hal. 8 (ketikan).
5. Madrasah Rakyat, No. I, Tahun I, Badan Penerbit Madrasah Jakarta, Jakarta, 5 Juli 1957, hal. 10.
6. A.R. Sutan Mansyur, Pokok Pergerakan Muhammadiyah, Central Depot Padang Panjang, 1940, hal. 72.
7. Putusan Kongres Muhammadiyah Sumatera Barat tanggal 3 – 6 Nopember 1946 di Padang Panjang
8. majelis Luhur Taman Siswa, Pendidikan dan Pembangunan, 50 Tahun Taman Siswa, Yogyakarta. 1976, hal. 249.
9. Prof. Soegarda Poerbakawatja, Pendidikan datam Alam Indonesia Merdeka. Gunung Agung, Jakarta, MCMLXX, 1970. hal. 217.
10. Djaka Cs., Rangkuman ilmu Pendidikan 9, Sejarah Pendidilcan (II), Penerbit Mutiara, Jakarta, 1965, hal. 124.
11. Ibid., hal. 124-125.
DAFTAR PUTAKA
1. Mestoko,Sumarsono.1985. Pendidikan di Indonesia dari jaman ke jaman. Jakarta: balai pustaka
2. Makmur,Djohan Dkk. 1993. sejarah pendidikan di Indonesia zaman penjajahan. Jakarta; Manggala Bhakti
3. Said, Muh dan Junimar Affan. 1987. mendidik dari zaman ke zaman. Bandung: jenmars
COLUMBUS-KAH PENEMU AMERIKA?
Maret 27, 2008
I. Dasar Pemikiran
Sejarah sebenarnya hanyalah kumpulan kisah yang merekam fase kehidupan di sepenggal masa charfiah. Tetapi walaupun begitu, sejarah ternyata mampu menjadi landasan berpijak dan berpikir bagi generasi selanjutnyadalam memandang dan memformat kehidupan pada zamannya. Hal itu dimaksudkan agar kesalahan masa lalu tak terulang kembali dan bisa mendapatkan langkah-langkah yang sudah positif tetapi tetapi permasalahannya adalah masyarakat pada dewasa ini cenderung tidak mengakui fakta sejarah tersebut hingga timbul kesenjangan informasi di dalamnya, mentalitas keledai para politisi, amnesia sejarah (penyakit budaya yang membuat orang kehilangan kesadaran sejarah) yang mengelotok di otak para masyarakat dan hingga ke para pelajar yang implikasinya adalah penyempitan makna antara Museum dan Perpustakaan yang nota bene-nya adalah sama-sama gudang ilmu.
Keberadaan negara-negara Islam di Timur yang pernah dijajah oleh barat menjadi korban akan adanya distorsi sejarah yang berkenaan dengan sejarah negeri-negeri mereka maupun dunia internasional secara umum. Memang, siapa yang berkuasa dia mampu membuat prasasti (catatan sejarah) tentang eksistensi mereka danperadaban kebanggaannya serta mengatakan sesuatu yang tidak semestinya pada pihak-pihak yang menjadi seterunya, atau pihak-pihak yang menjadi bawahannya. Padahal pembuatannya sering mengorbankan pihak-pihak yang selama itu tertindas contohnya: dalam rezim Soeharto yang karena ilmu politiknya ia bisa bertahan 32 tahun menjadi presiden dengan memakai cara kekuasaan yang konvensional. Salah satu kesalahan yang hingga kini masih pijakan adalah tentang “Penemuan Columbus terhadap benua Amerika” padahal anggapan itu sama sekali tidak benar. Sesungguhnya kebencian dan sikap anti yang dimiliki oleh barat dan eropa nampak ketika mereka menjajah negeri timur yang mayoritas Muslim. Barat telah memiliki anggapan bahwa tidak boleh dibiarkan Islam memegang sejarah dunia. Untuk itulah para ahli mereka dikerahkan untuk bisa memblokir seluruh informasi dan data tentang kejayaan Islam. Contoh kecilnya adalah teori Absolute-nya Adam Smith (1723-1790) yang menurut persepsi saya, adanya teori Absolute (Hak paten) karena bangsa barat cenderung ingin membuat border-border yang mana mereka menganggap bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik mereka, baik ilmu, filsafat, kebudayaan dan segala hasil kemajuan serta penemuan-penemuan. Mereka tidak malu-malu mengungkapkan diri mereka sebagai pelopor sejarah. Semua sejarah di dunia terutama yang ada kaitannya dengan dunia Islam mereka buang jauh-jauh, jangan sampai ada orang yang mengetahuinya. Mereka memanipulasi sejarah dunia, mereka menganggap bahwa sejarah hanya ada di barat dan dimulai dari barat.
Semangat kebencian itu mulai timbul sejak mereka kalah total dalam perang salib yang terjadi selama dua (2) abad. Perang salib yang telah banyak memberikan sumbangan dan manfaat itu tidak disyukuri oleh barat. Kebencian itu mereka wariskan kepada generasi penerus mereka untuk terus memusuhi Islam. Akhirnya – merekapun bersemboyan “West is west and east is east” (Barat adalah barat dan timur adalah timur). Merekalah selalu mengklaim bahwa merekalah yang paling beradab, modern, dan senantiasa berorientasi pada kebenaran ilmiah.
Sebenarnya provokasi barat yang menyesatkan tidak perlu ditanggapi secara emosional, tetapi harus dilawan sikap yang ilmiah dan obyektif. Dengan itulah penemuan-penemuan baru yang dipalsukan barat mulai terkuak kedoknya satu diantaranya adalah tentang Colombus yang memproklamasikan diri dan disebarkan sebagai penemu benua Amerika.
Peneliti tertarik untuk mengkaji – Apakah seorang Columbus benar-benar penemu pertama kali benua Amerika. Salah satunya adalah karena ada intervensi keluarga, yang notabene-nya ayah dari seorang peneliti adalah intelektual Muslim yang ingin memberi pemahaman tetang hal yang selama ini peneliti belum ketahui, mungkin dalam pengkajian Columbus ini. Peneliti akan cenderung memberi pengkajian dalam forma agama dan akan berusaha menguak dalam forma-forma lain.
II. Pembatasan dan Perumusan Masalah
A. Pembatasan Masalah
Penelitian ini juga mendapat rujukan dari buku Nuzhatul Musytaq karya Al-Idrisi, diceritakan bahwa pada abad ke sembilan Masehi ada delapan orang pemuda arab yang tinggal di Lisabon Portugal bersumpah untuk mengarungi samudra luas, lima abad sebelum Columbus berlayar ke Amerika. Mereka tercatat telah melanglang buana selama tiga puluh lima tahun dan sampai di pelabuhan sebuah pantai di perairan Meksiko (negeri antara Amerika Utara dan Amerika Selatan) serta mereka tinggal di sana selama beberapa lamanya.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, perumusan masalah yang akan peneliti lakukan adalah membawa fakta yang valid dalam forma-forma setiap disiplin ilmu dan keterkaitannya dengan gagasan subyek tersebut untuk membawa klaim kebenaran bahwa penemu Amerika: Bangsa Arab atau Columbus?-Apakah cukup valid fakta dan data untuk mengklaim bahwa bangsa Arab lah yang lebih dulu penemu Amerika dan keterkaitannya dalam setiap perspektif disiplin ilmu?
III. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengungkapkan kembali sejarahnya dengan menggunakan dasar-dasar penemuan yang ada serta mengembangkan data-data yang sudah valid menjadi suatu kebenaran yang hakiki dan mutlak.
B. Kegunaan Penelitian
Penelitian diharapkan bermanfaat :
1. Memberikan sumbangan kepada ilmu sejarah dan dunia pendidikan tentang kajian kebenaran dari sejarah penemu benua Amerika yang sebenarnya.
2. Memberi sumbangan bagi pengembangan materi perkuliahan di jurusan sejarah.
IV. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dan penyajian hasil penelitian akan dilakukan dalam bentuk deskriptif-naratif yang lebih banyak menguraikan kejadian dalam dimensi ruang dan waktu.
Sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian sejarah, maka penelitian ini menempuh beberapa langkah / tahapan sebagai berikut :
1. Pada tahap heuristik dalam rangka menjajaki dan mengumpulkan berbagai sumber yang berkaitan dengan sejarah bangsa Arab itu sendiri untuk pencapaian kebenaran yang mutlak. Pertama kali peneliti menemukan buku peranan bangsa Arab dalam memajukan kemaritiman (terbitan al-ikhlas; Surabaya, 1982) dari buku tersebut peneliti menemukan informasi adanya sumber primer sebagai bukti-bukti peneliti dalam pengkajian penelitiannya.
Selanjutnya peneliti akan mencari sumber-sumber lain yang berkaitan tentang penelitian yang peneliti kaji untuk bisa menambah eksplanasi penekanan-penekanan sejarah agar terkuak lebih dalam dari penelitian yang dikaji seperti Afrika WaktiSyafi Amerika-Amerika karya Leonard, guru besar Harvard University yang menekankan bangsa Arab telah banyak mempengaruhi kepada bahasa Indian, diperkirakan pengaruh tersebut terjadi pada abad ke tiga belas kemudian sumber-sumber tersebut akan ditelusuri di perpustakaan nasional, toko buku tua, website, dan lain-lain.
2. Pada tahap kritik – akan dilakukan pengujuan terhadap otentisitas dan kredibilitas sumber yang yang ada misalnya dalam buku “Nuzhatul Musytaq” karya Al-Idrisi dengan penekanan substansial buku tersebut adalah delapan bangsa Arab yang lebih dulu menemukan benua Amerika, 5 abad lebih dulu dari pada Columbus. Dengan bantuan guru besar agama Islam / seorang ahli yang menurut hemat saya, mempunyai kapasitas lebih dalam di sejarah dalam perspektif Islam dan mendatanginya sebagai keabsahan fakta dan data yang ada dan selanjutnya melakukan kolaborasi dengan cara mengkomparasikan fakta dan data yang lain, yang esensinya sudah dapat dipercaya.
3. Pada tahap interpretasi, fakta dan data yang telah didapat akan peneliti klasifikasikan sesuai dengan forma-forma setiap disiplin ilmu dan selanjutnya dianalisa hingga menjadi konsep dan kemudian konsep dari peneliti digeneralisasikan oleh konsep-konsep yang sudah valid dan datanya hingga menjadi kalimat ilmiah (teori) dari kajian penelitian yang peneliti kaji.
4. Pada tahap penulisan, peneliti akan mengungkapkan hasil penelitian dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis dan tidak hanya mengkaji dalam satu sudut pandang saja.
V
DAFTAR PUSTAKA
¤ Koentjoroningrat
2002 Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta; Rineka Cipta
¤ Asmoro Achmadi
1995 Filsafat Umum, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada
¤ H. Zainal Abidin Ahmad
1963 Ibnu Rusyd (averroes), Jakarta; Bulan Bintang
¤ Drs. N. Daldjoeni
1982 Geografi Kesejarahan I Peradaban Dunia, Bandung; Alumn.
¤ Al-Idrisi Dalam buku Nuzhatul Musytaq
¤ Leonard dalam buku Afrika Waktisyafi Amerika.